SUKABUMIHEADLINE.com l PALABUHANRATU – Saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) tengah mendapat respons negatif di kalangan investor. Saham perusahaan batu bara itu sempat berada di zona merah selama dua hari berturut-turut.
Berdasarkan data perdagangan RTI, saham Bukit Asam yang berkode PTBA ini sempat anjlok sampai 6,82% di hari Selasa (18/10/2022). Saham PTBA turun 290 poin ke level Rp3.960 per lembar saham.
anjloknya harga saham PTBA bertepatan dengan penandatanganan kontrak perjanjian principal framework agreement dengan PLN soal akusisi PLTU di Palabuhanratu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun, kapasitas PLTU yang diakuisisi sebesar 3 x 350 megawatt dengan nilai ditaksir mencapai US$ 800 juta atau setara Rp12,3 triliun (kurs Rp15.400) oleh PLN.
Pelemahan juga terjadi pada keesokan harinya, Rabu (19/10/2022), di amna saham PTBA kembali anjlok sebesar 5,81%. Saham turun 230 poin ke level Rp3.730.
Di hari yang sama transaksi PLTU oleh PTBA itu disoroti otoritas Bursa Efek Indonesia, bahkan bursa mengatakan akan mendalami soal transaksi PTBA dan PLN.
“Dapat kami sampaikan bahwa Bursa sedang mendalami informasi atas transaksi afiliasi PTBA dan PLN terkait PLTU yang beredar,” ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy.
Sedangkan, pada Kamis (20/10/2022) kemarin, harga saham PTBA sendiri mulai mengalami pemulihan. Perdagangan saham dibuka di level Rp3.750 per lembar saham, dan menguat sebesar 1,8% atau sekitar 70 poin.
Saham PTBA terparkir di level Rp3.800 per lembar saham. Sempat naik di titik tertingginya pada level Rp3.850.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, PLTU Jawa Barat-2 atau selama ini dikenal PLTU Palabuhanratu akan segera memasuki masa pensiun dini alias berhenti beroperasi. Baca lengkap: Duh, PLTU Palabuhanratu Sukabumi akan Tutup
PLTU Palabuhanratu berada di Jl. Pelita, Kampung Cipatuguran, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.