15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Salak (Salacca zalacca) adalah tanaman palma asli Indonesia yang dikenal dengan buah bersisik seperti ular, sehingga disebut snake fruit. Meskipun asli Indonesia, buah ini menyebar di Malaysia, Thailand, hingga Filipina.

Perbanyakan buah ini bisa dari biji atau anakan (cangkokan). Salak biasanya dipanen dua kali setahun (panen raya dan panen gadu). Tanaman ini tumbuh subur di iklim tropis, terutama Sumatera dan Kalimantan, menghasilkan buah yang bisa dikonsumsi langsung atau diolah, dengan varietas terkenal seperti Salak Pondoh dan Salak Bali.

Meskipun di Pulau Jawa buah ini tidak terlalu banyak ditanam, namun sejumlah daerah membudidayakan buah berbiji keras ini. Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, petani di 15 kecamatan membudidayakan tanaman ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi

Dikutip sukabumiheadline.com dari data Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang telah diperbarui Badan Pusat Statistik, Februari 2026, berikut adalah daftar kecamatan dan produksi salak di Sukabumi dalam satu tahun (2025 – Februari 2026).

  1. Gunungguruh: 5 kuintal
  2. Bantargadung: 20 kuintal
  3. Waluran: 23 kuintal
  4. Nagrak: 45 kuintal
  5. Jampang Kulon: 50 kuintal
  6. Caringin: 68 kuintal
  7. Bojonggenteng: 84 kuintal
  8. Cisolok: 80 kuintal
  9. Cibadak: 138 kuintal
  10. Kabandungan: 360 kuintal
  11. Kalapanunggal: 455 kuintal
  12. Cidolog: 660 kuintal
  13. Ciambar: 1.780 kuintal
  14. Cikidang: 2.775 kuintal
  15. Lengkong: 4.142 kuintal

Dengan demikian, total produksi salak dari kabupaten ini mencapai 10.685 kuintal atau 1.068,5 ton per tahun.

Karakteristik tanaman

  • Jenis: Tumbuhan palma yang tumbuh berumpun, hampir tidak berbatang, dengan pelepah daun yang rapat dan berduri.
  • Daun: Majemuk menyirip, panjang, dengan tangkai, pelepah, dan anak daun yang berduri.
  • Batang: Menjalar di bawah atau di atas tanah (rimpang), tidak berkayu.
  • Tinggi: Bisa mencapai 4,5 hingga 7 meter, tetapi umumnya tidak lebih dari 4,5 meter.
  • Habitat: Tanaman ini di dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl, tanah subur dan gembur dengan pH 6-7.

Buah salak berkulit coklat kehitaman dengan sisik yang tersusun rapi, daging buah berwarna putih kekuningan, dengan biji coklat kehitaman. Sedangkan rasanya bervariasi tergantung varietas, dari manis dominan (Pondoh) hingga manis-asam (Bali).

Manfaat dan olahan

Buah segar yang biasanya diolah menjadi manisan, atau dikeringkan. Daging buah dan kulit salak memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan manfaat lainnya. Selain buahnya, tanaman salak juga memiliki potensi manfaat farmakologis sebagai antioksidan dan lainnya.

Berita Terkait

Amran ingin penghasilan petani kopi setara menteri, berapa produksi di Sukabumi?
1 tahun program MBG: Menghitung produksi sayuran dan buah di Sukabumi
Pria asal Sukabumi ini raup omzet Rp3 miliar per bulan hanya dari gula semut
Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!
Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan
Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi
Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing
Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:12 WIB

Amran ingin penghasilan petani kopi setara menteri, berapa produksi di Sukabumi?

Senin, 6 Juli 2026 - 00:19 WIB

1 tahun program MBG: Menghitung produksi sayuran dan buah di Sukabumi

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:44 WIB

Pria asal Sukabumi ini raup omzet Rp3 miliar per bulan hanya dari gula semut

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:21 WIB

Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:56 WIB

Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan

Berita Terbaru