sukabumiheadline.com – Kepala Desa (Kades) Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Ujang Ma’mun, menjadi satu-satunya kades dari Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat, yang mengikuti Benchmarking Batch 4 ke China yang diadakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Saat ini, Ujang bersama 11 kades lainnya se-Indonesia tengah berada di Negeri Tirai Bambu tersebut untuk mempelajari terkait pemberdayaan masyarakat desa di China. Baca selengkapnya: Satu kades dari Sukabumi ikuti Benchmarking Batch 4 ke China, untuk apa?
Di sela kegiatan, kepada sukabumiheadline.com, Ujang menceritakan alasan dirinya terpilih dan banyak hal bisa ia pelajari di China untuk diterapkan di desanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara pribadi saya tidak tahu persis alasan terpilih mengikuti kegiatan ini. Namun, desa saya memang memiliki prestasi seperti membawa Desa Palasari Girang dari Tertinggal menjadi Mandiri,” kata Ujang, Ahad (22/9/2024) malam.
“Kemudian, kami juga punya prestasi di tingkat kabupaten, yaitu Juara 1 Lomba Desa 2014 dan Juara 1 Lomba Desa Model 2020. Lalu, Juara 1 Kadarkum Tingkat Provinsi Jawa Barat dan Juara 2 PKK Tingkat Nasional. Mungkin itu pertimbangannya, dan ada faktor keberuntungan juga,” paparnya.
Sementara, terkait manfaat yang diperoleh dari kegiatan Benchmarking Batch 4, Ujang mengaku banyak hal bisa ia pelajari dan potensial untuk diterapkan di desanya.
“Kita bisa belajar langsung bagaimana Tiongkok secara cepat mengentaskan kemiskinan dan membuat loncatan dalam bidang ekonomi,” kata Ujang, Ahad (22/9/2024) malam.
“Secara terstruktur mereka menerapkan teknologi di semua bidang, utamanya pertanian di pedesaan. Alat-alat pertanian di sini tergolong modern. Kemudian, penyuluh pertanian diterjunkan ke desa untuk merubah pola pertanian tradisional ke modern dengan tetap memelihara kearipan lokal,” tambahnya.
Ia menambahkan, mental dan disiplin dalam bekerja warga China juga layak ditiru. “Mental dan disiplin kerja keras masyarakat China harus ditiru, setidaknya itu yang saya temui di sini,” kata dia.
Namun demikian, pemerintah China benar-benar hadir melindungi petani mereka. Hal itu dapat dilihat dari kebijakan pemerintah yang memproteksi harga hasil pertanian.
“Bagaimana pemerintah benar-benar hadir menyelesaikan masalah yang dihadapi para petani. Para petani di desa diberikan edukasi dan difasilitasi secara serius sehingga benar-benar mandiri. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan warga yg sangat bagus, terlepas dari konteks politik dan kebijakan dalam negeri di Tiongkok,” papar Ujang.
“Saya rasa Indonesia bisa lebih maju dari Tiongkok, manalala tata kelola dan strategi pengentasan kemiskinan, ketertinggalan ekonomi dilakukan secara serius bukan hanya slogan,” yakin Ujang.

Baca Juga:
Akan meniru desa di China
Lebih jauh, Ujang menjelaskan bahwa dirinya tertarik meniru apa yang dilakukan di desa-desa di China.
“Saya kira yang paling mungkin ditiru dari sini adalah penggunaan teknologi pertanian dan manajemen mata rantai tata kelola bagaimana pemerintah bisa memberdayakan petani desa,” katanya.
Karenanya, Ujang mengaku akan melakukan langkah cepat dan strategis sepulangnya dari Tiongkok.
“Renstra 2025 di desa kami sudah harus dimusyawarahkan sejak sekarang dengan beberapa pendekatan yang diadopsi dari Tiongkok. Terlebih, Desa Palasari Girang memiliki banyak unggulan di bidang pertanian, seperti sayur-sayuran,” jelas Ujang.
Dalam lima hari ke depan, Ujang bersama 11 kades lainnya akan mengunjungi Kota Chengdu, setelah sebelumnya menyaksikan panen raya di pinggiran Beijing.
Rekomendasi Redaksi: Kabar baik untuk Pemdes di Sukabumi, DD boleh digunakan usaha produktif
Benchmarking Batch 4
Untuk informasi, ke-12 kades yang mengikuti Benchmarking Batch 4 yang diadakan oleh Kemendes PDTT, adalah Desa Dabulon, Nunukan, Kalimantan Utara; Desa Krasak, Magelang, Jawa Tengah; Desa Bawangan, Jombang, Jawa Timur; Desa Banjarsari, Lebak, Banten; Desa Jeruk, Magetan, Jawa Timur; dan Desa Kateng, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kemudian, Desa Kateng, Muna, Sulawesi Tenggara; Desa Randupitu, Pasuruan, Jawa Timur; Desa Kupa-kupa Halmahera Utara, Maluku Utara; Desa Soa Sangaji, Halmahera Timur, Maluku Utara; dan Desa Kebonagung, Magelang, Jawa Tengah.
Sedangkan, satu-satunya kades yang mewakili Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat, adalah Kades Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Ujang Ma’mun.