Warga Sukabumi Tertarik Pelihara Reptil? Komunitas Ini Berikan Tips

- Redaksi

Minggu, 18 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Peribumi saat memperlihatkan reptil peliharaan. Foto diambil sebelum masa pandemi. | Istimewa

Komunitas Peribumi saat memperlihatkan reptil peliharaan. Foto diambil sebelum masa pandemi. | Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Kebanyakan orang merasa bergidik, jijik, takut dan geli saat melihat reptil. Namun tak demikian dengan para pemuda yang tergabung dalam Perkumpulan Pecinta Reptil Sukabumi (Peribumi).

Mereka yang tergabung dalam Peribumi justru lebih memilih memelihara sampai menjinakkan reptil. Salah seorang pendiri Peribumi, Nazar Firdaus Mufrodi (22 tahun) mengatakan, komunitas ini didirikan sekaligus untuk merubah pandangan masyarakat terhadap reptil.

“Jadi, komunitas ini didirikan oleh enam orang, saya, Wildan, Alprih, Dada, Rafly dan Dony. Kita sama-sama ingin merubah paradigma negatif masyarakat terhadap reptil, khususnya ular,” kata Nazar kepada sukabumiheadline.com, Minggu, 18 Juli 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Nazar, ular memiliki peran penting dalam ekosistem, terutama dalam mengendalikan hama seperti tikus yang merugikan petani.

“Selain itu, kita juga sering mengedukasi masyarakat tentang jenis-jenis ular yang ada di sekitar kita, termasuk cara membedakan mana yang berbisa dan tidak,” imbuhnya.

Peribumi sendiri kini sudah berusia lima tahun. Komunias ini didirikan pada 4 April 2016 dan kini memiliki anggota sekitar 40 orang. Biasanya mereka berkumpul di Taman Urang Lapang Merdeka Kota Sukabumi setiap hari Minggu.

“Namun semenjak PPKM Darurat, berhubung sekarang banyak aturan dari pemerintah jangan dulu berkerumun, jadinya sementara waktu kegiatan komunitas off dulu sampai pandemi ini reda dan kembali normal,” imbuhnya.

Meski demikian, kata Nazar, komunitas ini membuka pintu untuk siapapun yang punya ketertarikan mempelajari reptil dan peduli terhadap kelestariannya.

“Banyak yang bertanya bagaimana cara menjinakkan reptil. Sebenarnya untuk masalah jinak, binatang reptil khususnya ular itu tidak ada ada istilah jinak, yang ada si ular itu sudah terbiasa dan nyaman dipegang atau di mainin sama manusia,” katanya.

“Sewaktu-waktu mood si ular atau reptil lainnya sedang kurang bagus atau lagi feeding response bisa juga tiba-tiba menyerang kepada kita. Namanya reptil kapasitas otaknya kecil. Mereka akan mengikuti nalurinya. Mau dipelihara dari kecil pun tidak akan bisa disamakan dengan mamalia atau unggas,” pungkas Nazar.

Berita Terkait

Mengenal Kucing Persia: Jenis, karakter, harga dan tips memelihara mpus asal Iran
Ceperist Sukabumi Ngahidji berbagi di bulan suci, santuni yatim piatu dan lansia
Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 04:46 WIB

Mengenal Kucing Persia: Jenis, karakter, harga dan tips memelihara mpus asal Iran

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:33 WIB

Ceperist Sukabumi Ngahidji berbagi di bulan suci, santuni yatim piatu dan lansia

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:40 WIB

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Berita Terbaru

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Nasional

BNN mau larang vape, didukung pimpinan Komisi III DPR ini

Jumat, 10 Apr 2026 - 00:37 WIB