sukabumiheadline.com l Warga Sukabumi, Jawa Barat pengguna bahan bakar minya (BBM) jenis Pertalite patut was-was. Pasalnya, gegara konflik antara Israel dan Hamas berimbas pada kenaikan harga minyak dunia. Hal itu juga dipicu kebutuhan minyak menjelang musim dingin.
Akibatnya, kenaikan harga minyak mentah bisa berpengaruh pada harga BBM. Pemerintah pun mendorong terbitnya aturan yang mengatur pembeli Pertalite.
Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, dampak perang Timur Tengah saat ini belum berdampak besar ke harga minyak dunia. Namun jika perang berlangsung lama maka akan berpengaruh ke impor minyak mentah dan impor BBM RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sampai hari ini dampaknya masih belum signifikan walaupun kita tahu harga minyak mendekati US$ 90 per barel, namun kalau ini berlangsung cukup lama saya kira akan berpengaruh,” katanya dikutip dari laman Kementerian ESDM, Sabtu (21/10/2023).
Ditambahkan Tutuka, kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) selain akan berpengaruh terhadap kenaikan harga crude di Indonesia juga akan mempengaruhi harga BBM di masyarakat. Hal ini karena Indonesia impor keduanya yaitu crude oil dan BBM dengan presentase yang hampir sama.
Selain itu, pemerintah mendorong segera diterbitkannya revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang menjadi regulasi acuan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
Diketahui, dalam revisi tersebut akan mengatur detail kriteria kendaraan yang dapat mengisi Pertalite dan juga tengah mengkaji untuk membuat perbedaan harga Pertalite sesuai dengan jenis kendaraannya.
“Pertalite itu untuk masyarakat yang membutuhkan, jadi kalau yang mampu janganlah menggunakannya karena bukan peruntukannya,” tegas Tutuka.
Sejauh ini, Pertamina tengah melakukan uji coba pembatasan pembelian Pertalite khususnya bagi kendaraan roda empat di beberapa daerah.
Nantinya, warga Sukabumi yang hendak membeli Pertalite wajib memiliki Quick Response (QR) Code untuk dipindai oleh petugas SPBU sebelum melakukan pembelian.
Sejauh ini, uji coba tersebut baru dilakukan di 41 kota dan kabupaten yang tersebar di tiga provinsi yakni Aceh, Bangka Belitung, dan Bengkulu. Uji coba juga dilakukan di Timika, Papua.
Untuk diketahui, konsumen pengguna yang belum dapat QR Code, selain mendaftar secara langsung pada program subsidi tepat yang bisa diakses melalui website atau melalui aplikasi MyPertamina, juga bisa melakukan pendaftaran pada sekitar 1.300 titik booth pendaftaran offline yang tersebar di seluruh Indonesia.