Hampir setahun jembatan di Cisolok Sukabumi dibiarkan rusak, ganggu ekonomi warga

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan penyeberangan di Cisolok Sukabumi hancur diterjang banjir - sukabumiheadline.com

Jembatan penyeberangan di Cisolok Sukabumi hancur diterjang banjir - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Jembatan penyeberangan rusak berat yang menghubungkan dua desa, Cisolok dengan Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikeluhkan warga karena hingga saat ini belum juga tersentuh perbaikan.

Endang Rahman, salah seorang warga Desa Cisolok RT 002/002, menyampaikan kekesalannya, karena sudah hampir satu tahun jembatan yang mengalami rusak berat akibat diterjang banjir tersebut belum juga diperbaiki.

“Sudah 10 bulan, hampir satu tahun, ya rusak akibat banjir tahun 2025 lalu,” kata Endang kepada sukabumiheadline.com, Rabu (19/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Menurutnya, sebelum diterjang banjir jembatan tersebut masih bisa dilalui sepeda motor. Namun, kini hanya untuk pejalan kaki, meskipun kondisinya pun sudah mengkhawatirkan.

“Harapannya, jembatan ini segera dibangun kembali, karna itu salah satu akses yang menghubungkan Cikahuripan dengan Cisolok,” harap dia.

“Jembatan ini sangat vital dan berpengaruh juga terhadap Ekonomi masyarakat setempat. Sekarang gak bisa dilalui kendaraan, utamanya kendaraan bermotor,” imbuh Endang.

Endang mengaku sering melihat daribpihak pemerintah melakukan pengecekan, namun hingga kini jembatan tersebut tetap dibiarkan hancur.

“Udah banyak yang datang dari pihak pemerintah, cuma bilang mau diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Motor aja gak bisa, tapi kalau dulu mobil juga masuk,” jelasnya.

“Kami juga sudah mengajukan permohonan untuk batu boronjong, karena batu yang ada di sungai bukan batu belah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kolaborasi haram dua pria Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi maling domba
Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata
Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi
Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan
Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi
Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar
Innalillahi, rumah Sekdes di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi ludes terbakar
KDM: Terkesan Jawa Barat hanya Sukabumi, urus atuh ku nu di handap!

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:09 WIB

Kolaborasi haram dua pria Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi maling domba

Sabtu, 12 September 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata

Kamis, 10 September 2026 - 23:00 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi

Kamis, 10 September 2026 - 20:01 WIB

Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan

Rabu, 9 September 2026 - 17:10 WIB

Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi

Berita Terbaru