Waspada Hujan Deras, 5 Bulan Terakhir Ada Tujuh Longsor di Kabupaten Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 19 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana tanah longsor mengancam semua kecamatan di Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Bencana tanah longsor mengancam semua kecamatan di Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com – Mengacu pada analisis InaRISK, Kabupaten Sukabumi termasuk wilayah dengan potensi tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi.

Sebanyak 48 kecamatan berada pada kategori tersebut. Luas bahaya dengan potensi tanah longsor mencapai 141.972 hektar.

Catatan redaksi sukabumiheadline.com ini untuk mengingatkan agar selalu waspada, terlebih memasuki musim penghujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut tujuh bencana tanah longsor dalam 5 bulan terakhiri, April-Agustus, yang semuanya terjadi setelah tempat terjadinya bencana diguyur hujan deras.

1. Senin, 26/29 April 2021

Senin, 26 April 2021: Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Sukabumi, menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter di Kampung Cigadog, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, longsor dan menimpa dua rumah warga. Sedangkan satu rumah lainnya terancam.

Meski tidak ada korban jiwa pada peristiwa bencana ini, namun dua orang warga yang merupakan penghuni rumah menjadi korban luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dua warga tertimpa material tanah dan bangunan rumahnya yang rusak bernama Marlita (21) dan Rohayati (38).

Kamis, 29 April 2021: Di Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, juga diterjang bencana banjir dan longsor. Lima kampung yang berada di sekitar areal luapan Sungai Cibeber diterjang banjir dan tanah longsor.

Baca Juga :  Pelajar dan Guru di Sukabumi, Ini Klarifikasi Mendikbudristek Terkait Seragam Sekolah

Banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter merendam warga Kampung Cibeber RT 01/04 dan RT 04/04, dan Kampung Tenjoayu RT 03/02. Sedangkan longsor melanda Kampung Cibeber RT 02/03 longsor, dan mengancam tiga rumah.

Selain itu, tebing setinggi 20 meter dengan panjang sepuluh meter di Kampung Tenjoayu RT 04/02 juga longsor dan mengakibatkan satu rumah terancam.

2. Sabtu, 1 Mei 2021, pukul 16.00 WIB

Tanah longsor di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan satu korban meninggal dan dua luka, dan 3 KK (9 jiwa) terdampak.

Selain itu, 2 rumah warga rusak berat dan 1 lainnya terancam, serta material longsoran menimbun 10 petak sawah dan peternakan bebek milik warga setempat.

3. Selasa, 1/24 Juni 2021

Selasa (1/6/2021) pukul 15.30 WIB: Hujan lebat yang mengguyur membuat sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor. Di Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Tanah longsor menimpa rumah warga, tidak ada korban jiwa namun tiga orang warga mengalami luka ringan.Pada hari yang sama, Sungai Cikupa di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat meluap, sehingga 10 rumah warga terdampak. Selain itu, tebing dengan panjang 15 meter tinggi 15 meter dan lebar 2 meter yang berada di samping jalan desa longsor.

Baca Juga :  10 Tahun Jalan Cisarua Nagrak Rusak, Warga Kecewa ke Pemda Sukabumi

Kamis (24/6/2021) pukul 17.30 WIB: Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Cidolog, usai wilayah tersebut diguyur hujan deras. Sebanyak tiga unit rumah warga terdampak longsor.

4. Rabu 21 Juli 2021 pukul 22.30 WIB

Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Benda Pojok RT 04/08, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu 21 Juli 2021. Kejadian tersebut menyebabkan bangunan pos ronda ambruk tergerus longsor setelah diguyur hujan deras.

Kedalaman longsor diperkirakan setinggi 30 meter. Selengkapnya: Longsor Gerus Pos Ronda Hingga Dasar Jurang di Benda Sukabumi

5.  Minggu, 1 Agustus 2021, pukul 00.15 WIB

Sawah seluas 60 hektare di Kampung Bojong, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, terancam puso. Ancaman itu terjadi lantaran saluran irigasi tertutup tanah dari tebing longsor di sekitar areal persawahan.

Tebing setinggi 50 meter tak kuat menahan debit air hujan yang cukup deras selama dua jam.

Berita Terkait

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan
Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:06 WIB

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Senin, 19 Januari 2026 - 01:00 WIB

Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB

Berita Terbaru

Ilustrasi polisi memeriksa tersangka didampingi pengacaranya - sukabumiheadline.com

Regulasi

Hak tersangka diperkuat dalam KUHP baru

Rabu, 28 Jan 2026 - 19:27 WIB