sukabumiheadline.com – Handphone kini bukan lagi sekadar alat untuk berkomunikasi, tapi sudah menjadi bagian dari hidup itu sendiri. Karenanya hampir semua aktivitas seseorang, handphone adalah pelengkap wajib yang harus selalu ada.
Bahkan ketika sedang melakukan aktivitas yang tidak membutuhkan handphone sekalipun, banyak orang secara refleks meraihnya, lalu memainkannya. Dari mulai membalas chat, hingga scrolling media sosial.
Salah satu aktivitas tidak membutuhkan handphone, namun selalu ada handphone, meskipun untuk tujuan iseng sekalipun, adalah ketika sedang makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam dunia psikologi, kebiasaan itu disebut dapat menimbulkan mindless eating, yakni makan tanpa kesadaran penuh, di mana seseorang tidak sepenuhnya menyadari apa, berapa banyak, atau mengapa ia makan.

Dilansir Healthline, hal itu terjadi karena seringkali seseorang melakukan aktivitas makan sambil terdistraksi oleh TV, ponsel, atau emosi seperti bosan, sedih, atau stres.
“Perilaku ini dapat menyebabkan konsumsi berlebihan dan masalah kesehatan, hingga berat badan naik,” dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (22/1/2026).
Mindless eating adalah kebalikan dari mindful eating, yakni makan dengan sadar dan fokus pada pengalaman makan secara utuh, yang dijelaskan pada bagian akhir artikel ini.
Ciri-ciri mindless eating
- Makan sambil teralihkan: Menonton TV, menggunakan ponsel, atau bekerja saat makan.
- Tidak sadar porsi: Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak tanpa menyadari, seperti menghabiskan sekantong keripik.
- Reaksi emosional: Makan sebagai respons terhadap perasaan, bukan karena lapar fisik (misalnya makan karena marah atau sedih).
- Kurang menikmati: Tidak benar-benar merasakan rasa, tekstur, dan aroma makanan.
Dampak negatif:
- Kenaikan berat badan: Mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan.
- Gangguan pola makan: Kehilangan koneksi dengan sinyal lapar dan kenyang alami tubuh.
- Hubungan emosional dengan makanan: Mengaitkan makanan dengan kenyamanan atau pelarian emosi.
Cara mengatasinya (kebalikan dari mindful eating):
- Singkirkan gangguan: Makan tanpa TV, ponsel, atau gadget.
- Makan perlahan: Kunyah makanan secara menyeluruh dan nikmati setiap gigitan.
- Kenali rasa lapar dan kenyang: Perhatikan sinyal dari tubuh Anda.
- Identifikasi pemicu emosi: Sadari kapan Anda makan karena emosi, bukan lapar.
Apa itu mindfull eating?

Mindful eating adalah cara makan dengan kesadaran penuh (perhatian penuh) terhadap makanan, proses makan, dan respons tubuh, melibatkan semua indra untuk menikmati setiap suapan tanpa distraksi seperti gadget atau TV, serta mengenali sinyal lapar dan kenyang secara fisik, bukan emosional, sehingga menciptakan hubungan yang lebih sehat dan positif dengan makanan.
Ini bukan tentang diet ketat, melainkan lebih pada proses menikmati makanan dan memahami kebutuhan tubuh, yang membantu mengontrol makan berlebihan dan mendukung kesehatan fisik maupun mental.
Prinsip Utama Mindful Eating:
Mindfull eating adalah ketika seseorang fokus hanya pada makan, tanpa gangguan TV, ponsel, atau bekerja. Ia menikmati aktivitas makan dan mampu memerhatikan warna, aroma, tekstur, dan rasa setiap makanan.
Ia juga menguyah setiap suapan dengan baik untuk membantu pencernaan dan merasakan lebih banyak rasa.
Karenanya, ia mampu mengenali sinyal tubuh dan bisa membedakan antara lapar fisik (perut keroncongan) dan lapar emosional (makan karena bosan atau stres). Sehingga, ia akan lebih menunjukkan rasa syukur dan sadari pentingnya makanan bagi tubuh.
Manfaat Mindful Eating:
- Mengontrol Berat Badan: Membantu mengenali rasa kenyang sehingga makan secukupnya.
- Meningkatkan Kesehatan Mental: Mengurangi stres dan kecemasan terkait makanan.
- Hubungan Lebih Baik dengan Makanan: Mengurangi makan berlebihan dan rasa bersalah.
- Pencernaan Lebih Baik: Mengunyah perlahan membantu produksi air liur dan kesiapan organ pencernaan.
Cara Menerapkan:
- Pilih waktu makan yang teratur dan minim gangguan.
- Ambil porsi kecil dan cicipi makanan secara perlahan.
- Letakkan alat makan di antara suapan.
- Tanyakan pada diri sendiri sebelum makan: “Apakah saya benar-benar lapar?”









