130 Pesepakbola Wanita Afghanistan dan Keluarga Mengungsi ke Inggris

- Redaksi

Selasa, 30 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapten Timnas Afghanistan Khalida Popal. l World Football Summit

Kapten Timnas Afghanistan Khalida Popal. l World Football Summit

SUKABUMIHEADLINES.com l KABUL – Nasib atlet wanita Afghanistan jadi tak menentu semenjak Taliban berkuasa pada pertengahan Agustus 2021 lalu.

Hal itu diungkapkan para pemain timnas sepak bola wanita yang mengungkapkan kekhawatiran mereka menjalani karier sebagai pesepakbola di negara yang puluhan tahun dilanda konflik tersebut.

Khalida Popal, pesepakbola wanita yang juga kapten timnas Afghanistan, mengaku terpaksa mengajak para pemain untuk menghapus profil mereka di media sosial serta membakar perlengkapan sepak bola untuk melindungi diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka seperti mimpi buruk bagi generasi saya. Mereka mengambil alih seluruh negara kami dalam satu malam. Dan, sejak malam itu kami menyaksikan Taliban di jalanan. Mereka kejam dan tidak memiliki belas kasihan kepada siapa pun,” ungkap bek timnas Afghanistan Narges Mayeli seperti diberitakan CNN.

Bahkan, pada November ini disebutkan sebanyak 130 pesepakbola wanita asal Afghanistan beserta keluarganya telah mendapat izin tinggal selama enam bulan di Inggris. Namun, nasib mereka jadi tak menentu setelah habis batas waktu tersebut.

“Saya merasa sedih dan khawatir dan saya ingin segera dapat kembali ke rumah saya. Kami tidak pernah bermimpi untuk meninggalkan negara kami, tetapi sangat sulit dan menakutkan bahwa sebagai wanita, kami kehilangan cara dan kebebasan yang semula kami miliki di Afghanistan,” ujar Sabreyah Nowrozi, pemain timnas lainnya.

Inggris memang memprioritaskan perizinan penampungan sementara kepada wanita, anak perempuan, dan agama minoritas Afghanistan untuk mengungsi. Namun, tak ada jaminan bagi tim sepak bola wanita Afghanistan.

“Gadis-gadis ini tidak memiliki status pengungsi. Mereka berada dalam semacam limbo karena tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka dalam waktu enam bulan,” kata Popal yang tinggal di Denmark sejak 2011 karena takut kehilangan nyawa sebagai imbas membentuk timnas wanita Afghanistan.

Popal juga menyebut jika para pesepakbola wanita dan keluarganya telah melalui banyak hal sulit. Mereka sebenarnya tak mau meninggalkan Afghanistan, namun situasi membuat mereka terpaksa melakukan hal tersebut.

“Bukan hanya ketakutan kehilangan nyawa mereka tetapi juga dari lingkungan sekitar, yakni masyarakat yang menentang partisipasi perempuan, terutama melalui sepak bola,” terang Popal.

Berita Terkait

BJB Stadion GBLA, nama baru home base Persib
Menang! Persib puncaki klasemen Grup E ACL 2, diwarnai dua kartu merah
Analisis laga Persib vs The Chong Viettel FC: Matchday 2 Grup E ACL 2 malam ini
Kembali ke ACL Two, besok Persib vs The Chong Viettel FC di SJH, skuad Maung lebih mahal
Persib dan Borneo FC dapat jatah langsung ke perempat final League Cup 2026/2027
Persib imbang 2-2, cek klasemen sementara Super League, Persija di puncak
Analisis Persib vs Dewa United malam ini dan H2H 5 laga terakhir
6 laga Persib Oktober 2026 usai kalahkan Seoul FC dan Port FC

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

BJB Stadion GBLA, nama baru home base Persib

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Menang! Persib puncaki klasemen Grup E ACL 2, diwarnai dua kartu merah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Kembali ke ACL Two, besok Persib vs The Chong Viettel FC di SJH, skuad Maung lebih mahal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Persib dan Borneo FC dapat jatah langsung ke perempat final League Cup 2026/2027

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Persib imbang 2-2, cek klasemen sementara Super League, Persija di puncak

Berita Terbaru

Ilustrasi BJB STADION GBLA - Repro sukabumiheadline.com

Olahraga

BJB Stadion GBLA, nama baru home base Persib

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:00 WIB