Jalan Kabupaten Sukabumi hancur kaca jendela ikut hancur, warga minta bupati tanggung jawab

- Redaksi

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Kabupaten Sukabumi rusak di Gegerbitung - Akbar Bahari

Jalan Kabupaten Sukabumi rusak di Gegerbitung - Akbar Bahari

sukabumiheadline.com – Jalan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hancur dan hanya menyisakan batu kerikil dikeluhkan warga. Akibat jalan butut tersebut, kaca jendela rumah warga Kampung Cibarengkok, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, ikut hancur.

Akbar Bahari, salah seorang warga mengungkap kaca jendela rumahnya terhitung sudah tiga kali hancur terkena butiran kerikil yang memantul saat jalan butut tersebut dilintasi kendaraan.

“Ini statusnya Jalan Kabupaten yang menghubungkan Gegerbitung ke Pasirmunding, Jubleg,” kata pria 29 tahun itu kepada sukabumiheadline.com, Senin (3/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akbar menambahkan, jalan rusak parah tersebut sudah lebih dari 10 tahun tidak diperbaiki. Ia menyebut jalan itu terakhir diperbaiki ketika Bupati Sukabumi masih dijabat Sukmawijaya.

“Itu rusaknya sekira satu kilometer, dan yang paling parah di Kampung Cibarengkok. Jalan itu terakhir diperbaiki sekira tahun 2012 atau 2013, itu zamannya bupati pak Sukma kalau tidak salah,” ungkapnya.

“Setelah pak Sukma, pas zaman (bupati) pak Marwan (Hamami) menjabat, tidak ada perbaikan lagi sampai saat ini. Sudah 10 tahun lebih ya tidak ada perbaikan,” ungkap Akbar.

Ia juga merinci sejumlah Kerugian yang dideritanya dan pengguna jalan lainnya, dari mulai aktivitas sehari-hari yang terhambat, hingga kaca jendela rumahnya yang hancur.

“Kaca jendela rumah saya sudah tiga kali hancur karena percikan batu kerikil dari ban mobil. Selain itu, ban mobil juga sudah ada tiga kali yang pecah karena jalan rusak. Bahkan, suka ada juga motor yang jatuh,” kata dia.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi tidak menutup mata atas kerugian yang diderita warga setempat. Bahkan, Akbar berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut mengingatkan Bupati Sukabumi Asep Japar.

“Harapan saya ya ingin segera diperbaiki aja jalannya. Ini tanggung jawab bupati karena Jalan Kabupaten, dan mohon bantuan pak Dedi (Mulyadi) juga untuk menekan bupati agar memperbaiki jalan ini. Sudah bukan satu atau dua tahun jalan rusak tuh, tapi sudah lebih dari 10 tahun,” pungkas Akbar.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terbaru