5 kondisi generasi pra-internet di Sukabumi, Gen Y, Z dan Alpha tidak tahu: Seru dan imajinatif

- Redaksi

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak era 70-80an menghabiskan harinya di alam lepas - sukabumiheadline.com

Anak-anak era 70-80an menghabiskan harinya di alam lepas - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Generasi X tentu masih mengingat suasana Sukabumi, Jawa Barat, pada era pra-internet, atau era 70 hingga 90an. Jika generasi Y, Z dan Alpha menghabiskan waktu dengan gadget sejak pulang sekolah hingga malam, generasi X pada masa seusianya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid atau mushala.

Sepulang sekolah, Gen X kembali bersiap untuk sekolah madrasah ibtidaiyah, bermain layangan, main sepak atau petak umpet, hingga mencari kayu bakar untuk memasak di tungku atau hawu.

Tidur diselimuti hangatnya api di Hawu atau tungku
Tidur diselimuti hangatnya api di Hawu atau tungku – Garut Turunan Kidul

Ketika sore hari menjelang, Gen X mandi dan bersiap berangkat mengaji, shalat Maghrib berjamaah. Lalu dilanjutkan dengan bermain-main di sekitar masjid hingga menjelang shalat Isya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hati senang ketika memasuki libur akhir pekan. Hari libur diisi dengan bermain di sawah dan sungai bersama-sama teman.

Ngangenin, bukan?

Pernyataan bahwa kenangan era 70 hingga 90-an atau era pra-internet sulit ditemui lagi di masa kini adalah hal wajar, terutama karena perubahan signifikan dalam teknologi, budaya, dan gaya hidup yang membentuk pengalaman hidup di era tersebut tidak ditemukan lagi sekarang.

Beberapa alasan utama yang membuat suasana dan kenangan pada era pra-internet sulit dirasakan kembali meliputi:

1. Minimnya gangguan digital

Telepon umum - Ist
Telepon umum – Ist

Era 80-an adalah masa pra-internet dan media sosial secara massal. Orang-orang memiliki koneksi yang lebih kuat dan tidak terfragmentasi dengan keluarga dan teman karena kurangnya gangguan perangkat digital.

Interaksi lebih banyak terjadi secara langsung atau melalui telepon rumah, bukan melalui pesan instan atau unggahan media sosial.

Untuk berkomunikasi dengan teman atau kerabat di luar daerah, dilakukan dengan surat menyurat yang dikirim melalui Kantor Pos, atau beberapa dekade kemudian hadir telepon umum dari PT Telkom Indonesia, di mana komunikasi baru bisa dilakukan setelah kita memasukkan uang koin melalui lubang kecil di kotak telepon.

Setelah era telepon umum, kemudian hadir warung telepon atau wartel, sebuah usaha yang bisa dimiliki oleh publik. Polanya mirip konsep franchise minimarket saat ini.

2. Sifat Komunitas yang erat

Karena teknologi komunikasi yang lebih terbatas, masyarakat cenderung lebih mengenal tetangga dan komunitas sekitar mereka. Ikatan sosial lebih kuat dan mendalam, di mana orang-orang benar-benar saling mengenal dalam lingkungan fisik mereka.

3. Hiburan yang berbeda

Radio menjadi sarana hiburan generasi era 70-80an
Radio menjadi sarana hiburan generasi era 70-90an – sukabumiheadline.com

Hiburan utama saat itu melibatkan aktivitas di luar ruangan, mendengarkan musik dari Walkman atau radio, dan menonton program TV bersama-sama pada waktu yang ditentukan, yang semuanya menciptakan pengalaman komunal dan unik yang berbeda dari hiburan sesuai permintaan saat ini.

Untuk merasakan atmosfir pertandingan laga Persib Bandung, Bobotoh di Sukabumi dan Jawa Barat, ketika itu hanya melalui siaran radio. Sungguh pengalaman yang seru, deg-degan sekaligus imajinatif. Sambil mendengarkan riuh rendah suara penyiar radio, benak kita membayangkan bagaimana serunya laga panas di stadion.

4. Kesederhanaan dan optimisme

Suasana dan anak kampung era 70-80an
Suasana dan anak kampung era 70-90an – sukabumiheadline.com

Era tersebut sering diasosiasikan dengan kesederhanaan, kebebasan dari tekanan modern, dan perasaan optimisme yang kuat terhadap masa depan, di mana segalanya tampak mungkin. Fokusnya lebih pada bersenang-senang, tawa, dan merangkul individualitas.

5. Perkembangan teknologi

Kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah cara hidup masyarakat secara drastis. Berbagai inovasi seperti komputer pribadi (IBM PC), faksimili, pager, dan video tape recorder pada masanya adalah hal baru yang menarik, namun sekarang telah digantikan oleh teknologi yang jauh lebih canggih, seperti AI, IoT, dan 5G, yang mengubah lanskap kehidupan sehari-hari secara fundamental.

Akibat perubahan ini, lingkungan fisik dan sosial yang menjadi latar belakang kenangan tahun 70-90-an sudah tidak ada lagi, membuat pengalaman tersebut menjadi unik dan sulit untuk ditiru di zaman sekarang.

Berita Terkait

5+3 ratu gaib, siapa paling sakti? Ada Nyi Roro Kidul yang identik Sukabumi
5 tradisi wanita Sukabumi zaman dulu yang perlahan luntur
Jampang Creative Camp 2: Menjadikan laut selatan Sukabumi sebagai harta kreativitas dan pengetahuan
Mengenal seni pertunjukan, ritual dan tradisi khas Sukabumi
Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda
16 manfaat mandi air pandan, relaksasi bukan sekadar pewangi alami
5 fakta dan keunikan suku Sunda
Mengenal asal-usul suku Sunda: dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang, dan bersahaja

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:31 WIB

5+3 ratu gaib, siapa paling sakti? Ada Nyi Roro Kidul yang identik Sukabumi

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:10 WIB

5 tradisi wanita Sukabumi zaman dulu yang perlahan luntur

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:04 WIB

Jampang Creative Camp 2: Menjadikan laut selatan Sukabumi sebagai harta kreativitas dan pengetahuan

Senin, 19 Januari 2026 - 07:00 WIB

Mengenal seni pertunjukan, ritual dan tradisi khas Sukabumi

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:37 WIB

Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131