sukabumiheadline.com – Bloomberg Billionaires Index per akhir Agustus 2025 mencatat ada 500 orang terkaya dunia terbaru, di mana sembilan di antaranya merupakan taipan terkaya di Indonesia.
Dari kesembilan daftar terbaru orang terkaya RI tersebut, satu di antaranya memiliki aset sebesar triliunan Rupiah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Berikut 5 taipan Indonesia yang hartanya bisa disamakan dengan konglomerat kelas dunia, berdasarkan data dikutip sukabumiheadline.com dari Bloomberg per Sabtu 30 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
5. Michael Hartono

Kekayaan Michael Bambang Hartono memang tidak sebesar saudaranya, Budi Hartono. Nilainya pun masih terbilang fantastis mencapai US$ 17,6 miliar, atau menyentuh Rp288 triliun dengan keberhasilan menjemput posisi orang terkaya di Indonesia posisi ke-5.
Namun memang, kekayaan sepadan itu menempatkan Michael Hartono di urutan 137 orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index akhir Agustus 2025 usai memperhitungkan kekayaannya menguap 16,3% point–to–point mencapai US$ 3,4 miliar, atau lenyap di atas kertas Rp55,63 triliun pada 2025.
4. Anthoni Salim

Pemilik Indofood dari Grup Salim, Perusahaan produsen makanan dan minuman ternama di Indonesia, Anthoni Salim juga memiliki kepemilikan saham di perusahaan tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) hingga berhasil masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke-4.
Presiden Direktur dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur, Anthoni Salim. (Yuriko Nakao/Bloomberg)
Siapa sangka nilai kekayaannya mencapai US$ 18,3 miliar, atau setara dengan Rp 299,46 triliun sampai dengan menempatkannya di posisi 130 orang terkaya di dunia.
Yang juga jadi perhatian, kekayaannya sepanjang tahun 2025 berhasil melesat di tren positif dengan kenaikan 42,3% bertambah mencapai US$ 5,4 miliar (Rp 88,36 triliun).
3. Budi Hartono

Grup Djarum menjadi sumber Hartono bersaudara mengumpulkan pundi–pundi harta kekayaan, Ia juga merupakan pemegang saham terbesar di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank terbesar di Indonesia. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke-129 berdasarkan data Bloomberg.
Posisi itu berhasil diraihnya sekalipun kekayaannya menguap US$ 3,6 miliar (Rp58,91 triliun) sepanjang tahun 2025 menjadi US$ 19 miliar, yang nilainya sama dengan Rp310,91 triliun.
2. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, seorang pengusaha pemilik Perusahaan pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hartanya menguap 8,5% mencapai US$ 2,4 miliar (Rp39,27 triliun) dan harus berpuas menjadi US$ 25,5 miliar atau setara dengan Rp417,28 triliun.
Imbas kekayaannya menguap mencapai puluhan triliun rupiah, Low Tuck Kwong harus rela menempati barisan 90 orang terkaya di dunia hingga peringkat 2 orang terkaya di Indonesia disusul oleh Prajogo Pangestu.
1. Prajogo Pangestu

Paling atas dan terkaya adalah Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito. Prajogo sekaligus menjadi orang terkaya ke-50 di dunia. Jumlah kekayaannya terbilang US$ 39,2 miliar atau setara dengan Rp641,47 triliun.
Kekayaannya berhasil bertambah signifikan mencapai 31,8% hingga miliaran dolar AS atau US$ 9,4 miliar (Rp153,82 triliun), Prajogo Pangestu pantas menyabet gelar orang terkaya di dunia dan nomor 1 di Indonesia. Kekayaannya pun berhasil menyalip jauh salah satu pengusaha paling berpengaruh, Low Tuck Kwong.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, salah satu perusahaan milik Prajogo Pangestu, adalah Star Energy Geothermal Salak wilayah operasional di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak.
PLTP Salak berdiri megah di atas gunung yang terkenal paling angker di Indonesia, tepatnya di perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan Bogor. PLTP Salak, tepatnya berada di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: PLTP Salak Sukabumi 1980-2024, dari Unocal hingga Star Energy
PLTP ini telah beroperasi sejak 1994 silam oleh Unocal Geothermal Indonesia (UGI) hingga 2012 berpindah tangan ke Chevron Geothermal Salak Ltd. (CGS).
Terhitung sejak April 2017, Konsorsium Panas Bumi Star Energy (PT Star Energy Geothermal atau SEG) menyelesaikan Perjanjian Jual Beli Saham untuk lapangan geothermal Salak dan Darajat, yang bersama-sama menghasilkan listrik 413 MW dan memasok 235 MW uap, dengan nilai transaksi sekira US$ 1,98 miliar. Baca selengkapnya: Kapasitas, profil perusahaan dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi
Selain itu, perusahaan milik Prajogo Pangestu juga mengakuisisi konsesi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Ciemas. Namun, rencana pembangunan PLTB hingga saat ini masih simpang siur. Bahkan, proyek kemudian dialihkan dulu ke Sulawesi Selatan. Baca selengkapnya: Apakabar PLTB Sukabumi? Terbesar se-Asia, dipindah ke Sidrap, dicaplok BREN