5 rumah di Bantargadung Sukabumi rusak berat, 25 KK terdampak pergeseran tanah

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 rumah di Bantargadung Sukabumi rusak berat, 25 KK terdampak pergeseran tanah - sukabumiheadline.com

5 rumah di Bantargadung Sukabumi rusak berat, 25 KK terdampak pergeseran tanah - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Ancaman bencana pergeseran tanah menghantui warga Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama hampir sepekan terakhir memicu pergerakan tanah yang kian mengkhawatirkan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, mengungkapkan bahwa kejadian pergeseran tanah mulai terpantau sejak Ahad (22/2/2026) dan terus berkembang hingga Jumat (27/2/2026) malam sekira pukul 20.00 WIB.

“Retakan tanah dan bangunan terus bertambah lebar dari hari ke hari. Kami melakukan pemantauan secara kontinu sejak Senin hingga Jumat, dan kondisinya masih berpotensi memburuk,” ujar Sihabudin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bencana ini, lanjut Sihabudin, terjadi di Kampung Cijambe RT 005/007, Desa Bantargadung. Akibat pergeseran tanah tersebut, sedikitnya 25 kepala keluarga terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

“Data sementara tercatat 14 rumah mengalami rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak berat. Bahkan, sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke kediaman sanak keluarga demi menghindari risiko yang lebih besar,” jelasnya.

“Untuk rumah rusak berat, penghuninya sudah kami arahkan agar tidak lagi menempati bangunan karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan jiwa,” imbuhnya.

Tidak hanya rumah warga, tegas Sihabudin, satu pondok pesantren di wilayah terdampak juga ikut merasakan dampak serius. Sedikitnya 20 jiwa santri terancam keselamatannya akibat kondisi tanah yang labil.

Saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan masih mendung, sehingga potensi hujan susulan tetap menjadi perhatian serius petugas. P2BK Bantargadung bersama perangkat desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat terus melakukan koordinasi dan pemantauan lapangan.

“Kami juga sudah memberikan imbauan kepada warga, termasuk lingkungan sekolah, agar selalu waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan,” tambahnya.

Sihabudin menegaskan, data yang dihimpun masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. Pihaknya juga menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah pengkajian kondisi tanah oleh pihak berwenang untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Jika situasi memburuk, tidak menutup kemungkinan jumlah pengungsi akan bertambah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan
Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi
Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar
Innalillahi, rumah Sekdes di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi ludes terbakar
KDM: Terkesan Jawa Barat hanya Sukabumi, urus atuh ku nu di handap!
DPRD Kabupaten Sukabumi dalami perubahan APBD 2026
DPRD Kabupaten Sukabumi: Anggaran daerah harus berdampak nyata bagi masyarakat
Pria mabuk di Sukabumi ngaku wartawan, ngamuk diduga palak guru SD, KDM turun tangan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:01 WIB

Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan

Rabu, 9 September 2026 - 17:10 WIB

Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi

Selasa, 8 September 2026 - 21:27 WIB

Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar

Senin, 7 September 2026 - 21:38 WIB

Innalillahi, rumah Sekdes di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi ludes terbakar

Senin, 7 September 2026 - 18:59 WIB

KDM: Terkesan Jawa Barat hanya Sukabumi, urus atuh ku nu di handap!

Berita Terbaru