Semut Ibrahim, Komunitas yang Gemar Bedah Rumah dan Musala di Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 18 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Semut Ibrahim saat membedah salah satu rumah warga kurang mampu. | Istimewa

Komunitas Semut Ibrahim saat membedah salah satu rumah warga kurang mampu. | Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIRACAP – Semut Ibrahim salah satu komunitas yang bergerak dalam bidang sosial. Komunitas ini bermarkas di Kampung Cisuren, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Semut Ibrahim terkenal dengan kegiatan sosial membedah dan membangun rumah layak huni untuk warga kurang mampu. Kini, komunitas ini mulai merambah ke pembangunan mushala.

Beni Bunyamin (54 tahun) pembina Semut Ibrahim mengatakan, komunitas ini bergerak atas dasar kemanusiaan. Menurutnya, permasalahan sosial seperti kemiskinan merupakan persoalan pelik dan bisa ditemukan dimana-mana. Karenanya perlu kepekaan sosial dan jiwa gotong royong dalam menuntaskan permasalahan tersebut.

“Kadang sering kita temukan seorang jompo dengan kondisi rumahnya yang sangat mengkhawatirkan, segala-galanya serba kekurangan. Sementara tetangganya, warganya bahkan anaknya berkecukupan, tetapi mereka mengabaikannya. Nah ini sangat menyakitkan,” kata Beni.

SEMUT IBRAHIM
Salah satu musala yang dibangun komunitas Semut Ibrahim. | Foto: Istimewa

“Tujuan kegiatan kita adalah membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat. Kegiatan bedah rumah ini merupakan uji kepekaan terhadap aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemudah sekitar tempat bedah rumah, dan keluarga dekat dari subjek bedah rumah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sindiran SPN untuk Disnakertrans Soal Wanita Sukabumi Pilih jadi Buruh Pabrik

Beni menyebut sudah 46 rumah jompo dan enam tajug atau musala yang berhasil dibangun. Pembangunan dilakukan meliputi sembilan kecamatan diantaranya Ciracap, Surade, Ciemas, Waluran, Cibitung, Jampang Kulon, Cimangu, Kalibunder dan Tegalbuleud.

Berita Terkait

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi
Mengenal 7 hobi Nabi Muhammad SAW, dari olah raga, spiritual hingga buah favorit
Aisyiyah dan PA Sukabumi perkuat gerakan keadilan sosial keluarga

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:40 WIB

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:01 WIB

Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi

Berita Terbaru

Gedung tua peninggalan Belanda - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Khazanah

Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya

Kamis, 29 Jan 2026 - 03:02 WIB