Pungli diduga anggota ormas ke PKL di Lapdek Kota Sukabumi digunjing

- Redaksi

Jumat, 11 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Pungutan liar (pungli) oleh diduga anggota ormas ke pedagang kaki lima (PKL) di Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi, Jawa Barat, digunjing warganet.

Dalam video diunggah akun TikTok @., disebutkan bahwa pungli dilakukan oleh salah seorang anggota ormas Pemuda Pancasila (PP). Meskipun demikian, tidak terlihat jelas di video seragam ormas yang dikenakan.

Selain itu, akun @. juga tidak menjelaskan alasan dipungut dan besaran uang yang dipungut anggota ormas tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ormas Pemuda Pancasila melakukan pungutan liar di daerah Lapang Merdeka, mereka melakukan pungutan liar ke setiap pedagang kecil, merek juga melakukan hal tersebut setiap hari,” tulisnya, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (11/7/2925).

Baca Juga :  Bey ingatkan ormas jangan ganggu pabrik di Jawa Barat

“Tolong pak gubernur (Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi – red) pak Wali Kota Sukabumi (Ayep Zaki – red) tindakannya, kasihan pedagang kecil untuk gak seberapa harus diperas pula,” lanjutnya seraya mention akun @H.AyepZaki dan @pemkotsukabumi.

Ormas peras PKL Sukabumi
Diduga anggota ormas melakukan pungli di Lapang Merdeka Kota Sukabumi – Ist

Hingga berita ini ditulis, Jumat malam pukul 19.25 WIB, video telah mendapatkan 2.000 lebih Suka dan sekira 500 komentar. Banyak warganet menyesalkan aksi tersebut, namun ada juga yang menilainya wajar.

“Kami ormas sudah banyak berjasa untuk bangsa bos, jadi tdk ada salahnya kalau berbagi sedikit rezeki ke ormas sebagai bentuk apresiasi,” tulis akun @kaelyn.

“Laknat dararia ormas nu malak pedagang kecil, duit japrem dipake mabok jeung dongdot bae dararia,” timpal akun Muhammad Bayu Satrio.

Baca Juga :  Pilih ormas? Padahal gaji Komcad SPPI sampai Rp7 juta, lulusan SMP bisa daftar

“Saling introspeksi saja bang, lihat di Peraturan Wali Kota Sukabumi Pasal 1 ayat (2) Nomor 4 Tahun 2017 tentang kegunaan lapang merdeka,” kata akun @sundanese.e.

“Sampai kapan BANGSA ini akan BEBAS dari PENJAJAHAN ORMAS,” sesal akun Arief.

“Bekingana kuat nyampe boga sekret samping GOR, padahal itu fasilitas umum. dibangun dari pajak rakyat dipake ormas yang ‘malak’ rakyat,” ungkap akun Kang Fatih TI.

Untuk informasi, redaksi masih menunggu konfirmasi dari pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi, hingga berita ini ditulis belum merespons pertanyaan sukabumiheadline.com.

Berita Terkait

Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner
Tile cs asal Sukabumi curi motor santri di Majalengka
Kisah gadis belia asal Sukabumi ditipu bos RM sup kaki kambing, dipaksa prostitusi online
Kronologis dua gadis di bawah umur asal Sukabumi dipaksa jadi PSK
Bahaya medsos! 4 remaja Sukabumi dipaksa lakukan prostitusi anak
Innalilahi, Kholid pria asal Sukabumi ditemukan membusuk dalam posisi jongkok
Mencari peruntungan di Babel, pria asal Cisarua Sukabumi malah ditangkap Tim Hantu
Pengakuan Wanita Sukabumi ke KDM, ternyata harus bayar ganti rugi Rp50 juta

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:43 WIB

Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner

Senin, 15 Desember 2025 - 20:58 WIB

Tile cs asal Sukabumi curi motor santri di Majalengka

Minggu, 7 Desember 2025 - 01:54 WIB

Kisah gadis belia asal Sukabumi ditipu bos RM sup kaki kambing, dipaksa prostitusi online

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:22 WIB

Kronologis dua gadis di bawah umur asal Sukabumi dipaksa jadi PSK

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:59 WIB

Bahaya medsos! 4 remaja Sukabumi dipaksa lakukan prostitusi anak

Berita Terbaru

Ilustrasi chart dan hoaks - sukabumiheadline.com

Tekno & Sains

2025 Sukabumi tertinggi, JSH: Hoaks di Jawa Barat naik signifikan

Kamis, 15 Jan 2026 - 16:55 WIB

Mengendarai sepeda motor matic saat hujan deras - sukabumiheadline.com

Sains

Prakiraan cuaca Sukabumi, sepekan ke depan masih hujan

Kamis, 15 Jan 2026 - 02:42 WIB