sukabumiheadline.com – Seorang anak buah kapal (ABK) KM Rukun Mina Santosa 06, asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di kolong jembatan Pangkalan Pendaratan ikan (PPI) Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Sabtu (9/5/2026).
Informasi diperoleh sukabumiheadline.com, identitas pria tewas tersebut bernama Rusman (30) alias Ubed, warga Kampung Nyalindung, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan pengakuan dari adik korban, Piat (22), ia bersama almarhum pada Oktober 2025 memutuskan merantau untuk mengadu nasib di Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepergian Piat bersama kakak sulungnya itu ke Pulau Cendrawasih dengan harapan bisa sukses agar bisa membantu membiayai ibu dan adik-adiknya. Sementara, bapaknya sudah meninggal dunia pada 2025 lalu.
Namun, alih-alih pulang ke kampung halaman penuh suka cita. Piat kembali ke Sukabumi dengan membawa serta peti mati sang kakak sulung yang selalu melindunginya sejak kecil.
Kronologi Rusman ditemukan mengambang di kolong dermaga
Jumat, 8 Mei 2026: Rusman dan Piat pulang melaut pukul 05.00 WIT. Kepada ABK lain, Rusman mengaku tidak enak badan. Beberapa saat kemudian, ia dikerik oleh teman ABK.
“Setelah dikerik, almarhum kemudian tidur hingga sekira sekira pukul 13.00 WIB. Hingga sekira dua jam kemudian, Rusman memutuskan jalan-jalan,” kata Piat.
Menjelang sore, ketika akan kembali melaut, Rusman dikabarkan tidak bisa dihubungi. Piat bersama sejumlah teman lainnya kemudian mencari almarhum. Namun, Rusman tak juga ditemukan keberadaannya.
Sabtu, 9 Mei 2026: Nelayan dan warga di sekitar Dermaga Poumako dikagetkan dengan sesosok jasad pria yang mengambang di kolong jembatan dermaga pada sekira pukul 06.00 WIT. Setelah dievakuasi, diketahui jasad tersebut adalah Rusman.
Namun sebelum Rusman ditemukan meninggal dunia, Piat mengaku mendengar kabar lain yang menyebut jika almarhum sempat jalan-jalan dengan salah seorang temannya pada Sabtu malam.
Meskipun demikian, ia tidak bisa memastikan kebenaran kabar yang diterimanya tersebut.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, jasad Rusman dievakuasi warga bersama petugas kepolisian. Dalam keterangan persnya, Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona membenarkan adanya penemuan mayat ABK kapal nelayan tersebut.
Jasad ABK tersebut pertama kali dilaporkan oleh nelayan setempat dan langsung direspons personel piket Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako yang dipimpin Iptu Ridwan.
“Betul, ABK kapal nelayan ditemukan meninggal dunia dan mayatnya ditemukan mengapung,” kata Hempy.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh personel Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako bersama personel Polairud Polres Mimika, Lanal Mimika, serta Basarnas Mimika. Selanjutnya jenazah dibawa ke ruang jenazah RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut. Baca selengkapnya: Pria asal Cibadak Sukabumi ditemukan tak bernyawa di Dermaga Poumako









