Pria Sukabumi bagian rekrutmen PMI jadi admin judol di luar negeri ditangkap

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RVP, satu dari dua tersangka pelaku TPPO di Batam - Ist

RVP, satu dari dua tersangka pelaku TPPO di Batam - Ist

sukabumiheadline.com – Seorang pria yang berperan sebagai rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk dijadikan admin judi online atau judol di luar negeri berhasil ditangkap polisi di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Pelaku berinisial RVP kini harus meringkuk di sel Polsek Lubuk Baja. Terduga pelaku ditangkap karena diduga terlibat jaringan PMI ilegal di Batam, Kepulauan Riau. RVP dibekuk polisi di Perumahan Pesona Ciberureum Permai, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (3/11/2025) malam

Polisi mengungkap jika ia merupakan orang yang mengendalikan serta membantu proses korban dari jarak jauh. Selain membekuk RVP, polisi juga menyita ponsel, percakapan perekrutan, rekening koran, paspor korban. Termasuk tiket perjalanan yang disiapkan untuk keberangkatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penangkapan RVP setelah polisi mengorek informasi dari CG, tersangka lainnya dalam kasus PMI ilegal di Batam ini. Polisi menemukan indikasi jika proses perekrutan ini tidak dilakukan sendirian.

Anggota Polsek Lubuk Baja meringkusnya saat menjemput dua korban berinisial AS (30) asal Palembang, Sumatera Selatan, dan JB (27) asal Karawang, Jawa Barat, di parkiran Hotel Romance, Kamis (16/10/2025) siang.

Baca Juga :  Arab Saudi, Taiwan dan Malaysia favorit, dalam 5 tahun jumlah TKW asal Sukabumi meningkat

Awalnya, polisi menerima informasi adanya dua calon PMI ilegal di Batam yang ditampung di sebuah hotel di kawasan Batu Selicin.

“Benar ada 2 orang yang kami ringkus di tempat dan waktu terpisah,” ungkap Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, melalui Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas, Jumat (21/11/2025).

Adapun modusnya, Noval menyebut bahwa para korban ditawari gaji menggiurkan yakni 500 USD perbulan menjadi admin judol di Vietnam.

“Kedua korban diduga akan dikirim ke Vietnam dengan iming-iming gaji 500 dolar AS per bulan sebagai admin situs judi online. Dua orang terduga perekrut turut diamankan di dua lokasi berbeda,” jelas Noval, Jumat (21/11/2025) malam.

Dari hasil pendalaman, korban rencananya akan dibawa ke Malaysia terlebih dahulu, sebelum diterbangkan menuju Vietnam. Tiket ferry dari Batam ke Johor serta tiket pesawat yang dipesankan untuk korban ikut diamankan.

Penyidik juga menemukan dugaan bahwa kedua tersangka telah merekrut dan memindahkan puluhan calon PMI nonprosedural ke luar negeri, tidak hanya dua korban yang berhasil diselamatkan.

“Untuk berapa jumlahnya masih kami dalami,” sebutnya.

Baca Juga :  Malaysia pulangkan Vivi, wanita asal Sukabumi yang bermasalah melalui Batam

Saat ini kedua tersangka ditahan di Polsek Lubukbaja, dijerat dengan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Pasal 81 jo Pasal 69 atau Pasal 83 jo Pasal 68, serta Pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana.

Polisi juga berkoordinasi dengan BP3MI Kepri untuk proses pemulangan korban ke daerah asal.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas, mengatakan kasus ini terungkap setelah pihak keluarga salah satu korban melapor adanya dugaan perekrutan mencurigakan.

Pengungkapan di Batam Noval menjelaskan, awal pengungkapan berlangsung pada Kamis (16/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB, saat petugas menemukan pelaku berinisial CG tengah menjemput kedua korban.

Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan keterlibatan seorang pelaku lain berinisial RVP. Pelacakan kemudian dilakukan hingga ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

RVP diketahui berperan sebagai perekrut utama. Ia menawarkan pekerjaan fiktif sebagai admin judi online di Vietnam dengan gaji besar, namun proses keberangkatannya dilakukan secara ilegal melalui Malaysia.

“RVP diamankan di sebuah rumah di Perumahan Pesona Cibeureum Permai Blok C Nomor 10,” ujar Noval.

Berita Terkait

Innalillahi, tokoh Sukabumi Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanoedjiwa meninggal dunia
Diserahkan ke perusahaan, 5 fakta pria asal Sukabumi gandir usai cekcok dengan pacar
Pria Sukabumi ini gantung diri usai cekcok dengan pacar
Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner
Tile cs asal Sukabumi curi motor santri di Majalengka
Kisah gadis belia asal Sukabumi ditipu bos RM sup kaki kambing, dipaksa prostitusi online
Kronologis dua gadis di bawah umur asal Sukabumi dipaksa jadi PSK
Bahaya medsos! 4 remaja Sukabumi dipaksa lakukan prostitusi anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Innalillahi, tokoh Sukabumi Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanoedjiwa meninggal dunia

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:02 WIB

Diserahkan ke perusahaan, 5 fakta pria asal Sukabumi gandir usai cekcok dengan pacar

Sabtu, 17 Januari 2026 - 01:39 WIB

Pria Sukabumi ini gantung diri usai cekcok dengan pacar

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:43 WIB

Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner

Senin, 15 Desember 2025 - 20:58 WIB

Tile cs asal Sukabumi curi motor santri di Majalengka

Berita Terbaru

Dion Markx sudah tiba di Indonesia, segera ke Bandung - Persib

Sosok

Dion Markx sudah tiba di Indonesia, segera ke Bandung

Kamis, 29 Jan 2026 - 22:49 WIB

Infinix Hot 50 - Infinix

Gadget

Rekomendasi handphone Rp2 juta, pilih sesuai kebutuhan

Kamis, 29 Jan 2026 - 19:04 WIB