sukabumiheadline.com – Daihatsu kerja keroyokan memproduksi dua mobil listrik model minibus mini, Daihatsu e-Hijet Cargo dan Daihatsu e-Atrai. Keduanya berbasis Hijet Cargo dan Atrai, namun dibekali teknologi listrik yang dikembangkan bersama Suzuki dan Toyota.
Daihatsu e-Hijet Cargo dan Daihatsu e-Atrai menggunakan teknologi sistem e-Smart Electric yang dioptimalkan untuk mobil berukuran mungil. Berbagai komponen telah direvisi lalu bodi dan suspensinya didesain ulang dari versi konvensional buat memenuhi baterai berukuran besar tanpa mereduksi banyak ruang kargo.
Kedua mobil ini mengandalkan e-Axle, yang mengintegrasikan motor elektrik, inverter dan reduction gear yang dipasang di poros belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baterai lithium-ion lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 36,6 kWh diletakkan di bawah lantai. Kedua model diklaim mampu mendapatkan jarak tempuh 257 km berdasarkan cara hitung WLTC.
Semua model juga dilengkapi colokan CHAdeMO sehingga bisa memakai fast charging dan V2H. Pengisian sampai 80 persen dari indikator baterai rendah bisa dilakukan dalam 50 menit.
e-Hijet Cargo dikatakan mampu mengangkut beban maksimal 350 kg. Lantainya rata jadi cocok membawa barang besar dan disediakan 30 titik pengikat agar aman selama perjalanan.
Sementara e-Atrai dibekali kemampuan serupa tetapi didesain lebih dinamis buat penggunaan personal dan kerja. Interiornya sebagian besar berwarna hitam dan tersedia power sliding door di kedua sisi.
Menurut Nikkei Asia, dua model ini semestinya meluncur pada tahun fiskal 2023, tetapi tertunda karena masalah praktik curang Daihatsu terkait uji keselamatan di Jepang.
“Kami meminta maaf karena telah membuat Anda semua menunggu begitu lama, kami akhirnya dapat memperkenalkannya,” ucap Presiden Daihatsu Masahiro Inoue saat peluncuran di Tokyo.
Harga Daihatsu e-Hijet Cargo dan Daihatsu e-Atrai
Daihatsu e-Hijet Cargo dan Daihatsu e-Atrai bakal masuk di segmen kei car listrik jenis komersial di Jepang yang sudah diisi Mitsubishi Minicab EV sejak Desember 2023, Nissan Clipper EV pada Februari 2024 dan Honda N-Van ppada Oktober 2024.
Daihatsu e-Hijet Cargo dan Daihatsu e-Atrai diproduksi di pabrik Daihatsu di Nakatsu dengan target produksi 300 unit per bulan buat keduanya.
Daihatsu e-Hijet Cargo tersedia dua varian, Two-seater dan Four-seater yang dilego sama-sama 3,146 juta yen (sekitar Rp337,5 juta, kurs Rp107,28). Sedangkan e-Atrai cuma varian RS, dijual dengan harga 3,465 juta yen (sekitar Rp371,7 juta).









