Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasepuhan Gelar Alam - Istimewa

Kasepuhan Gelar Alam - Istimewa

sukabumiheadline.com – Tidak lama lagi, warga Jawa Barat bakal berbondong-bondong membeli genteng, ijuk dan sirap untuk atap rumah mereka. Pasalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal memasukan syarat penggunaan genteng, sirap, atau ijuk, sebagai atap dalam syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung di Jawa Barat.

Aturan baru tersebut dibuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaras dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program nasional penggantian atap rumah berbahan seng dengan genteng sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang indah, sejuk, dan layak huni.

“Jadi, dalam izin mendirikan bangunannya adalah dipersyaratkan spesifikasinya penggambaran perumahan permukiman adalah pakai sirap, pakai genteng. Kalau rumah-rumah tradisional desa pakai ijuk,” ujar gubernur yang akrab dipanggil KDM itu, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keraton Kasepuhan Cirebon - Istimewa
Keraton Kasepuhan Cirebon – Ist

Dedi juga menilai, perhatian Presiden Prabowo terhadap bentuk rumah dan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari kepeduliannya pada sejarah dan warisan budaya bangsa.

Nah, spirit Pak Prabowo terhadap pengelolaan rumah peninggalan leluhur itu sangat kuat kan, karena dia kan sangat konsen terhadap sejarah. Sehingga dia menyampaikan bahwa sebaiknya pakai genteng agar kelihatan indah. Kemudian kemarin juga ngomong sirap, bisa pakai sirap,” katanya.

Dikatakan Dedi, di Jawa Barat sebenarnya mayoritas atap bangunan sudah menggunakan genteng, sirap atau ijuk. Dedi pun sudah menyampaikan hal tersebut kepada Prabowo.

“Saya waktu kemarin juga ngomong sirap, Pak. Bisa pakai sirap. Kalau saya kan senangnya sebagai orang Sunda pakai ijuk. Tapi, kalau di Jawa Barat sih rumah seng tidak terlalu banyak. Rata-rata orang Jawa Barat pakai genteng, rumah seng yang paling banyak itu adalah di Sumatera,” katanya.

Ilustrasi pengrajin genteng - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pengrajin genteng – sukabumiheadline.com

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berpandangan akan lebih baik jika seluruh atap bangunan di Indonesia menggunakan genteng, bukan seng.

Gagasan tersebut didorong oleh alasan ekonomi rakyat dan budaya asli, keindahan lingkungan, hingga citra Indonesia di mata dunia. Baca selengkapnya: Proyek gentengisasi Prabowo, tantangan bagi industri genteng di Sukabumi

Berita Terkait

Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi
Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai aktif 17 Agustus, cek maskapai dan rute penerbangan
Pemprov Jawa Barat akan perangi LGBTQ
Warga Sukabumi wajib tahu, begini 3 cara mudah lapor jalan rusak secara online
Profil Pipit Rismanto: Polisi pembasmi tambang ilegal resmi jabat Kapolda Jabar
DPRD Jabar bahas usulan ganti nama Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda
Termasuk Sukabumi, daftar 12 kota dan kabupaten di Jawa Barat punya kapolres baru
Sayembara Rp250 juta dari KDM: Hadiah temukan Taufik Hidayat, DPO sekap dan aniaya pacar

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 16:17 WIB

Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:59 WIB

Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai aktif 17 Agustus, cek maskapai dan rute penerbangan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pemprov Jawa Barat akan perangi LGBTQ

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:41 WIB

Warga Sukabumi wajib tahu, begini 3 cara mudah lapor jalan rusak secara online

Senin, 6 Juli 2026 - 01:22 WIB

Profil Pipit Rismanto: Polisi pembasmi tambang ilegal resmi jabat Kapolda Jabar

Berita Terbaru

Ilustrasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa dilibatkan menagih pajak - sukabumiheadline.com

Regulasi

TNI dan polisi dilibatkan tagih pajak ke warga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:39 WIB

Ilustrasi kawasan Chinatown - sukabumiheadline.com

Kultur

Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi

Selasa, 21 Jul 2026 - 17:01 WIB