sukabumiheadline.com – Dalam Islam, umur umat Nabi Muhammad SAW umumnya berkisar antara 60 hingga 70 tahun, dengan sedikit yang melebihinya, berdasarkan hadits riwayat at-Tirmidzi. Demikian dengan hadits dari Abu Hurairah RA menyebutkan, “Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu“.
Seperti diketahui, wafatnya Nabi Muhammad SAW pada usia 63 tahun, sering dijadikan acuan standar proporsional usia.
Sedangkan para ulama membagi fase manusia menjadi anak-anak (hingga 15 tahun), muda (hingga 40 tahun), dewasa/matang (hingga 60 tahun), dan masa tua (di atas 60 tahun). Fase terakhir umumnya ditandai dengan penurunan fisik (rambut memutih, penglihatan kabur, kekuatan berkurang) di usia 60-an adalah isyarat dari Allah untuk melepaskan kecintaan pada dunia dan mempersiapkan diri menghadapi akhirat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, fokus utama Islam bukan pada panjangnya usia, melainkan pada keberkahan amal selama hidup, di mana usia 60 tahun sering dianggap sebagai peringatan untuk lebih fokus beribadah.
Umur adalah kesempatan beramal. Manusia terbaik adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, sedangkan yang terburuk adalah yang panjang umurnya namun buruk amalnya.
Meskipun ada pendapat mengenai umur dunia atau umur umat Islam, pandangan yang lebih kuat menekankan bahwa kepastian ajal adalah rahasia Allah SWT, dan fokus utama adalah mempersiapkan diri dengan amal shalih.
Umur manusia menurut peneliti Israel

Terbaru, mahasiswa dan peneliti dari Institut Sains Weizmann, Israel, Ben Shenhar, mengungkapkan bahwa rentang usia manusia dipengaruhi oleh berbagai elemen. Dilansir Times of Israel, Senin (2/2/2026), Ben menyebut salah satu faktor krusial yang ditemukan adalah peran genetik, yang diketahui berkontribusi sekitar 50% terhadap peluang seseorang untuk berumur panjang.
“Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda,” kata Ben Shenhar, dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (14/2/2026).
Studi sebelumnya menggunakan gen dari kembar Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19. Penelitian terbaru mencoba menghitung faktor pengaruhnya.
Pada temuan terbaru mengungkapkan salah satu faktor kematian adalah mortalitas ekstrinsik, yakni faktor lain dari luar tubuh. Faktor ini tidak diperhitungkan oleh penelitian sebelumnya, begitu juga kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular.
Para peneliti menggunakan rumus matematika dalam menghitung mortalitas ekstrinsik dari orang kembar. Sebelumnya telah diteliti kembar yang meninggal pada usia 90 tahun dengan alasan alami, sementara kembar lainnya meninggal karena penyakit menular pada usia 30 tahun.
Mortalitas ekstrinsik yang diteliti saat masih hidup, sebelum era antibioktik, menghasilkan 10 kali lebih tinggi dari sekarang. Khususnya karena penyakit menular telah mudah disembuhkan.

Dengan data baru, para peneliti telah memvalidasi prediksi kematian ektrinsik menutupi heritabilitas atau bagian dari keragaman yang terpengaruh oleh genetik.
Penulis studi senior dan ahli biologi sistem Weizmann Institute, Uri Alon mengatakan studi kembar sebelumnya menggunakan metode statistik menghasilkan sifat lain seperti tinggi badan, tekanan darah, serta sifat kepribadian. Namun, tidak terdampak oleh mortalitas ekstrinsik.
“Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khsuus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi,” ucapnya.
Gen berdampak pada umur panjang dalam dua arah. Yakni cacat genetik yang melemahkan yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta yang bisa bermanfaat untuk umur panjang.
Shenhar mencontohkan seseorang bisa berusia 100 tahun tanpa kondisi medis serius. Kemungkinan karena memiliki gen pelindung untuk penyakit bisa berkembang saat usia terus bertambah.
“Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen,” kata Shenhar.









