sukabumiheadline.com – Prajurit Batalion Infanteri (Yonif) 2 Marinir kini tengah beraksi di belantara Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka melakoni pertempuran meliputi operasi pengepungan rumah hingga penyergapan malam hari.
Dikutip sukabumiheadline.com dari keterangan di laman resmi Pasmar 1, Senin (16/2/2026), aksi para petarung ini berlangsung dalam Latihan Tempur triwulan I tahun 2026 di Pusat Latihan Pertempuran Marinir Antralina, berlangsung sejak Jumat hingga Ahad (13, 14, 15/2/2026).
Pasukan memulai aksi dengan materi pengepungan penggeledahan rumah pada Sabtu siang. Seluruh prajurit bergerak taktis mengepung sasaran dan melakukan penggeledahan bangunan sesuai prosedur operasi standar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Jumat malam, para prajurit menembus kegelapan hutan untuk mempraktikkan materi Ambush atau penyergapan. Mereka memanfaatkan kondisi minim cahaya dan kontur alam sebagai perlindungan untuk melancarkan serangan kejutan secara terorganisir. Latihan malam ini menguji kepekaan situasi serta komunikasi efektif antartim dalam kondisi ekstrem.
Memasuki Ahad (15/2), Yonif 2 Marinir lanjut mengaplikasikan materi kerja sama pesawat udara. Prajurit mempraktikkan prosedur komunikasi darat-udara, penentuan titik pendaratan (landing zone), hingga teknik evakuasi medis udara (medical evacuation) menggunakan helikopter TNI AL. Sinergi ini bertujuan mematangkan koordinasi antara pasukan darat dan unsur udara dalam operasi modern.
Komandan Batalion Infanteri 2 Marinir Letkol (Mar) Helilintar Setiojoyo Laksono, memimpin langsung jalannya latihan tersebut. Ia menegaskan, rangkaian kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menjaga kesiapan tempur setiap prajurit Korps Marinir.
“Latihan tempur triwulan I tahun 2026 ini merupakan bagian penting dalam menjaga kemampuan dasar prajurit agar tetap terpelihara. Latihan ini adalah bentuk kesiapan kita sebagai prajurit Korps Marinir,” tegas Helilintar.
Hingga saat ini, seluruh rangkaian kegiatan masih berjalan dengan tertib dan lancar. Tim pelatih terus melakukan evaluasi pada setiap tahap untuk memastikan seluruh prajurit memahami serta terampil mengaplikasikan materi tempur yang mereka terima.









