Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fitri, warga Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu untuk berobat ke rumah sakit - Saepudin Galih

Fitri, warga Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu untuk berobat ke rumah sakit - Saepudin Galih

sukabumiheadline.com – Seorang ibu muda bernama Fitri, warga Kampung Lampung, Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus ditandu untuk berobat ke rumah sakit, Kamis (5/2/2026).

Menurut salah seorang warga, Saepudin Galih, ibu yang malang itu terpaksa ditandu sejauh sekira 1 kilometer, karena ambulans tidak bisa menjangkau tempat tinggalnya akibat infrastruktur jalan tidak layak dan hancur. Sehingga, Fitri harus ditandu ke titik penjemputan kendaraan pickup yang sudah menunggunya.

“Ambulans emang gak bisa masuk ke Kampung Lamping, karena jalannya juga hancur. Jadi pasien harus ditandu dulu sekira satu kilometer. Entahlah. Juwet pokona mah,” kata Galih kepada sukabumiheadline.com, Jumat (6/2/2026) dinihari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fitri sendiri dikabarkan mengalami sakit setelah beberapa waktu sebelumnya menjalani persalinan. Malangnya, nyawa bayi tidak tertolong karena ambulans terlambat datang.

“Sehari sebelumnya melahirkan di rumah, cuma pas begitu lahir si bayi gak mengeluarkan suara. Mau dibawa ke rumah sakit, tapi tidak keburu, karena keburu meninggal dunia,” ungkap Galih.

“Terus pas sehari sesudah itu, ibunya mengalami kontraksi lagi. Sehingga, membutuhkan pertolongan medis, tapi karena kendaraan gak bisa sampai ke rumah, jadi ditandulah sampai lokasi kendaraan jemputan pickup,” jelasnya.

Berita Terkait: Ujian berat warga Jampang Tengah Sukabumi belum berakhir, diaspal hanya tahan 3 bulan

Lebih jauh, Galih mengeluhkan banyaknya infrastruktur jalan di Jampang Tengah yang rusak parah, hingga belum pernah tersentuh pembangunan sama sekali.

“Kondisi Jalan Kabupaten juga sama hancur. Di sini mah mau Jalan Desa, mau Jalan Kabupaten, hancur semua. Jalan yang warga gotong pasien itu apalagi, belum pernah diaspal sama sekali,” pungkas Galih.

Berita Terkait

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur
Polisi selidiki penemuan tengkorak wanita di Sungai Cikole Sukabumi
4 kecamatan di Kabupaten Sukabumi punya kapolsek baru

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Rabu, 30 September 2026 - 15:00 WIB

Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB