sukabumiheadline.com – RSUD Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, ternyata menyimpan masalah pelik. Diketahui, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tersebut sering ditinggal kabur dokter spesialis.
Di sisi lain, rumah sakit yang terletak di Jl. Cibarusah No. 1 tersebut itu juga seringkali mengalami over kapasitas. Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Jampang Kulon, Lusi Apriani, ketika bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.
Lusi juga mengeluhkan sulitnya mempertahankan tenaga medis, terutama dokter spesialis, yang enggan bertugas di wilayah dengan akses jauh dan medan sulit. Sehingga, fenomena dokter ‘kabur’ dari daerah terpencil menjadi tantangan serius pemerataan layanan kesehatan di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tekanan layanan di rumah sakit RSUD Jampang Kulon, kata Lusi, dinilai perlu dijawab dengan penambahan fasilitas sekaligus terobosan sistem rujukan cepat.
Menanggapi kondisi tersebut, Dedi memastikan pembangunan fisik segera berjalan tahun ini untuk menjawab persoalan klasik layanan kesehatan di wilayah selatan.
“Tahun ini ada pembangunan, anggarannya Rp49 miliar untuk tambahan ruang layanan,” kata Dedi dikutip sukabumiheadline.com dari akun media sosialnya, Kamis (26/2/2026).
Selain menggelontorkan anggaran Rp49 miliar untuk penambahan ruang layanan, Dedi Mulyadi menggagas penyewaan helikopter khusus untuk mendukung operasional dan mobilitas udara di RSUD Jampang Kulon dan RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut.
Pengadaan ambulans helikopter dan landasannya ini bertujuan untuk mempercepat evakuasi pasien gawat darurat dari wilayah Jampang ke rumah sakit. Fasilitas ini mendukung peran RSUD Jampangkulon sebagai salah satu rumah sakit rujukan.
“Atau perlu saya siapin heli? Ada helipad di situ enggak? Nanti saya mau kontrak sama heli, status kontraknya gubernur aja. Di mana heli itu nanti digunakan untuk dokter kunjungan. Itu termasuk untuk angkut pasien yang harus diangkut ke rumah sakit,” ucapnya.

Skema yang disiapkan, Dinas Kesehatan akan menyewa helikopter selama satu tahun dengan sistem on call. Armada tersebut disiapkan khusus untuk kebutuhan medis, baik mengantar dokter spesialis kunjungan maupun mengevakuasi pasien rujukan dari wilayah selatan yang memiliki cakupan luas dan akses sulit.
“Dinas Kesehatan nanti sewa heli setahun, on call. Nanti Rumah Sakit Jampang Kulon, Rumah Sakit Pameungpeuk, dilengkapi helipad dan Pemprov akan menyewa heli,” ujarnya.
Dedi menegaskan, kebijakan penyewaan helikopter ini bukan fasilitas pribadi kepala daerah. Melainkan murni untuk peningkatan layanan kesehatan. Baca selengkapnya: Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad
“Bukan untuk kepentingan gubernur, keliling naik heli, tapi untuk kepentingan paramedis menggunakan heli sebagai sarana cepat menangani pasien dan agar dokter-dokter spesialis itu mau berkunjung ke sana,” tutupnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sudah berjanji untuk memanjakan warga di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, khususnya di bidang kesehatan bakal segera terwujud. Baca selengkapnya: Warga Pajampangan dimanja KDM, ini program 2026 di selatan Sukabumi
Untuk informasi, berbeda dengan mobil siaga, ambulans dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan medis. Dari mulai masker, alat pendeteksi tekanan darah, tempat tidur lipat yang memiliki roda, hingga tabung oksigen. Baca selengkapnya: Ini fasilitas medis di Ambulans Helikopter dan Ambulans Laut untuk warga pedalaman








