Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KA Pangrango - sukabumiheadline.com

Ilustrasi KA Pangrango - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,0 (sempat teranalisis awal M 4,9) mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Ahad, 19 Juli 2026 pukul 15.11 WIB.

Berdasarkan rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dangkal ini berada di laut pada koordinat 7,74° LS dan 106,44° BT, sekira 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi.

Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer di bawah permukaan laut. Aktivitas deformasi batuan akibat sesar aktif di dasar laut (mekanisme pergerakan geser-naik).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, guncangan gempa ini dirasakan nyata oleh warga sekitar di beberapa daerah dengan indikasi jendela kaca bergetar serta benda gantung bergoyang dengan Skala III MMI dirasakan nyata di Cikotok, Kelapa Nunggal, Cidolog, Cisaat, Simpenan, Kota Sukabumi, dan Nagrak.

Kemudian, Skala II–III MMI dirasakan oleh beberapa orang di Bayah, Panggarangan, Cimahi, Banjaran, hingga Lembang.

Selang 12 menit setelah gempa utama, atau pukul 15.23 WIB, terjadi satu aktivitas gempa susulan (aftershock) berkekuatan Magnitudo 2,9 dengan kedalaman 29 kilometer.

Berdasarkan konfirmasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, situasi di lapangan sejauh ini terpantau aman terkendali tanpa adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan struktural yang masif.

Untuk informasi, sebelumnya gempa juga sempat tiga kali menggoyang wilayah Sukabumi, yakni pada 5 Juli 2026 dengan Magnitudo 3,7 di laut kedalaman 30 kilometer arah tenggara Sukabumi.

Lalu pada 10 Juli 2026 terjadi gempa kecil Magnitudo 2,9 di laut kedalaman 31 kilometer dan pada 11 Juli 2026 gempa bumi dengan Magnitudo 4,3 di laut kedalaman 22 kilometer, terasa hingga Cianjur dan Bandung Barat.

Tak ganggu operasional KA

Ilustrasi KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung - sukabumiheadline.com
Ilustrasi KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung – sukabumiheadline.com

Terkait hal itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 2 Bandung tetap aman.

Melansir Antara, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi bencana alam.

“Di mana getaran gempa dirasakan di wilayah operasional PT KAI Daop 2 Bandung lintas Cibeber–Gandasoli, dimana saat kejadian terdapat KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber-Cianjur. Dan, sebagai bentuk penerapan prosedur keselamatan, perjalanan kereta tidak langsung dilanjutkan,” katanya, dikutip Senin (20/7/2026).

Selanjutnya disampaikan, Petugas KAI Daop 2 Bandung pun segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian di lintas terdampak, meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung operasional guna memastikan seluruhnya dalam kondisi aman dan laik dilalui.

Setelah dipastikan tidak terdapat gangguan maupun kerusakan pada prasarana, perjalanan KA Siliwangi kembali diberangkatkan dari Stasiun Cibeber menuju Stasiun Sukabumi, meski mengalami keterlambatan selama 19 menit dari jadwal keberangkatan semula.

“KAI Daop 2 Bandung memastikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa,” ujar Kuswardojo.

KAI mengeklaim pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan, dimana keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api.

“Setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi mempengaruhi jalur kereta api, KAI akan segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana,” pungkas dia.

Berita Terkait

KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah
Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah
KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya
Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai aktif 17 Agustus, cek maskapai dan rute penerbangan
Pemprov Jawa Barat akan perangi LGBTQ
Warga Sukabumi wajib tahu, begini 3 cara mudah lapor jalan rusak secara online
Profil Pipit Rismanto: Polisi pembasmi tambang ilegal resmi jabat Kapolda Jabar
DPRD Jabar bahas usulan ganti nama Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:22 WIB

KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 04:25 WIB

Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah

Senin, 27 Juli 2026 - 13:56 WIB

KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya

Senin, 20 Juli 2026 - 16:17 WIB

Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:59 WIB

Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai aktif 17 Agustus, cek maskapai dan rute penerbangan

Berita Terbaru

Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG - sukabumiheadline.com

Nasional

Cegah keracunan, BGN larang siswa bawa pulang makanan MBG

Minggu, 9 Agu 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi pedagang kaki lima sedang berjualan di trotoar jalan - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:22 WIB