Mengenang 82 tahun R. Irawan Surianatanegara, Si Konsisten dari Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

R. Irawan Surianatanegara - Orbital Dago

R. Irawan Surianatanegara - Orbital Dago

sukabumiheadline.com – Hari ini, 12 April digelar Pameran Retrospektif mengenang 82 tahun sosok pelukis R. Irawan Surianatanegara. Sosoknya dikenal sebagai pelukis yang konsisten.

Pameran Retrospektif Irawan Surianatanegara digelar hingga 3 Mei 2026. Pameran dibuka untuk umum setiap hari dan gratis mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB.

Pameran digelar di Orbital Dago Gallery, Jl. Rancakendal Luhur No.7a, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Profil R. Irawan Surianatanegara

R. Irawan Surianatanegara muda - Orbital Dago
R. Irawan Surianatanegara muda – Orbital Dago

Irawan Surianatanegara adalah pelukis otodiak yang hampir seumur hidupnya tinggal di Kota Sukabumi. Namun, dikutip sukabumiheadline.com dari akun Instagram @rbitaldago, ia sendiri dilahirkan sebagai anak pertama dari 9 bersaudara pada 12 April 1944 di Kota Tasikmalaya.

Berbeda dengan profesi ayahnya RM Said Surianatanegara, yang pada saat itu aktif di kepolisian RI, pada era Presiden Sukarno dan Suharto, Irawan memilih profesi sebagai pelukis potret dan
naturalis.

Meskipun demikian, saat menginjak usia 17 tahun, walaupun ia sempat juga menjadi atlet cabang menembak mengikuti jejak sang ayah. Namun, dalam perjalanannya, ia lebih menekuni dunia melukis.

Lukisan potret karya R. Irawan Surianatanegara - Orbital Dago
Lukisan potret karya R. Irawan Surianatanegara – Orbital Dago Gallery

Pameran ini menjadi retrospektif selama ia berkarya dengan memetakan lintasan perjalanan artistik Irawan dalam berbagai fase, dari lukisan observasional yang akurat hingga komposisi yang lebih imajinatif dan reflektif.

Karya-karya yang dipamerkan di Orbital Dago ini merupakan koleksi sang anak, Indah Prianti yang diserahkan oleh sang ayah untuk merawat lukisan-lukisannya.

Pelukis potret R. Irawan Surianatanegara - Orbital Dago
Pelukis potret R. Irawan Surianatanegara – Orbital Dago

Selain beberapa karya yang sudah dikoleksi kolektornya. Pameran retrospektif ini bukan sekadar peninjauan kembali perjalanan seorang pelukis, tetapi pengingat bahwa modernisme Indonesia dibangun oleh berbagai jalur: yang eksperimental, yang
ekspresif, dan juga yang kontemplatif.

Irawan Suriatanegara berdiri dalam jalur terakhir itu sebagai pelukis yang konsisten merawat disiplin, menjaga keseimbangan, dan mengolah kesunyian menjadi bahasa visual. Dalam ketekunannya, kita menemukan bukan hanya karya, tetapi juga suatu sikap.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB