Kisah Mak Icah di Cisaat Sukabumi: Makan nasi disiram air putih, huni gubuk reyot

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mak Icah, lansia sebatang kara di Sukabumi - sukabumiheadline.com

Mak Icah, lansia sebatang kara di Sukabumi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kisah memilukan dialami seorang lansia berusia sekira 80 tahun bernama Mak Icah. Perempuan lansia ini hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot di Kampung Jambelaer RT 004/002, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah seorang warga setempat, Andi Pratama, menjelaskan keseharian Mak Icah yang memprihatinkan. Hidup sebatang kara dengan kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

“Kondisi kesehatan memprihatinkan, karena asupan gizi yang sangat kurang,” kata Andi Pratama kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (25/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Mak Icah sendiri mengaku kerabatnya tidak bisa banyak membantu, karena secara ekonomi kondisinya tidak jauh berbeda.

“Saudara juga sama, karena sama-sama tidak mampu secara ekonomi,” kata Mak Icah dalam bahasa Sunda.

Kondisi tempat tinggal Mak Icah - sukabumiheadline.com
Kondisi tempat tinggal Mak Icah – sukabumiheadline.com

Ditambahkan Andi, ia mengaku pernah mendapati Mak Icah sedang makan hanya nasi yang disiram air putih sebagai kuah makanan.

“Kemarin saya pas nengok juga ternyata Mak Icah sering makan nasi campur air putih dan garam aja,” jelasnya.

“Kondisinya sekarang juga kurang sehat. Untuk berjalan aja susah karena kakinya sudah lemah, dan ingatannya sedikit berkurang,” imbuh Andi.

“Dia suka menangis, karena suka kehabisan air minum dan air untuk cuci tangan atau wudhu, karena kondisi fisiknya memang bikin dia kesulitan mencari air,” paparnya.

Sementara itu, pantauan sukabumiheadline.com di lokasi, tempat tinggal Mak Icah kondisinya sama memprihatinkan. Gubuk berdinding bilik dan gipsum itu sudah bolong di banyak bagian.

Bahkan, bagian genteng dan lantai dari bambu pun sudah bolong di sejumlah bagian, sehingga rawan bocor ketika hujan, dan kaki rawan tersangkut lantai yang bolong.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB