Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paham, KDM ke NTT

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paha, KDM ke NTT - Ist

Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paha, KDM ke NTT - Ist

sukabumiheadline.com – Di sela kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu korban bencana gempa bumi, beredar unggahan video warga di Kabupaten Sukabumi, menyampaikan nestapa yang dialami terkait penanganan rumah warga terdampak bencana sejak 2025 lalu.

Dalam video tersebut muncul tulisan “JAUH DI JUGJUG ANGGANG DI ANTEP”, yang berarti jauh didatangi tetapi yang dekat justru diabaikan.

Warganet mempertanyakan perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap kondisi masyarakat Sukabumi, terutama di tengah sorotan bahwa Dedi kerap turun langsung ke daerah lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait: Disentil KDM, Pemkab Sukabumi satset verval korban bencana di Simpenan

Nestapa Abah Uloh, lansia korban bencana alam Sukabumi huni gubuk reyot
Nestapa Abah Uloh, lansia korban bencana alam Sukabumi huni gubuk reyot – Wulan

Di antara korban terdampak bencana adalah puluhan warga Kampung Babakan Cisarua RT 002/015 Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Mereka berharap segera ada solusi dari pemerintah. Baca selengkapnya: Batu numpuk dalam rumah, warga korban bencana Sukabumi nangis tak ada perhatian

Keluhan tersebut disampaikan melalui video, berkaitan dengan kondisi sejumlah rumah milik 46 KK tersisa di wilayah Desa Cidadap, Babakan Cisarua, Kecamatan Simpenan, yang mengalami kerusakan akibat longsor dan banjir sejak 2025. Baca selengkapnya: 500 korban bencana minta kepastian, KDM ingin Pemkab Sukabumi ajukan ke pemprov

“Kepada pak Dedi Mulyadi, kami selaku warga Desa Cidadap, Kampung Babakan Cisarua RW 015. Sim kuring katitipan carios korban bencana taun 2025 anu seueurna 46 KK, nu mana anjeuna selama hampir dua tahun terlunta-lunta (saya dititipi pesan oleh korban bencana tahun 2025 sebanyak 46 KK, yang hampir dua tahun ini hidup terlunta-lunta – red),” kata warga, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (24/8/2026).

Selanjutnya, warga mempertanyakan kejelasan bantuan untuk membangun kembali rumah yang terdampak dan berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah provinsi.

Berita Terkait: Momen Bupati Sukabumi dipuji setinggi langit oleh KDM, sebelumnya sempat dikritik

Kondisi rumah warga Kecamatan Simpenan, Sukabumi - Ist
Kondisi rumah warga Kecamatan Simpenan, Sukabumi, batu menumpuk di teras dan ruang tengah – Ist

Menanggapi keluhan itu, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, gubernur memberikan klarifikasi. la mengatakan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Sukabumi, Asep Japar, pada untuk menanyakan persoalan tersebut.

“Tadi malam saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Sukabumi, menanyakan, ini masalahnya apa? Dan rupanya beliau juga kurang begitu paham,” kata pria yang akrab dipanggil KDM itu.

Dedi kemudian mengaku sudah meminta Asep Japar segera menyiapkan lahan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Jika lahan sudah tersedia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap memberikan bantuan dana untuk pembangunan rumah.

“Saya minta ke pak bupati, apabila ada warga yang mendapat bencana longsor atau banjir dan kehilangan tempat tinggal, diminta untuk menyiapkan tanah, agar pemprov bisa memberikan bantuan keuangan untuk membangun rumah,” katanya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Bupati Sukabumi sulit dihubungi, tapi problemnya banyak sekali

Dedi menjelaskan, bantuan dari Pemprov Jabar disiapkan sekitar Rp40 juta untuk setiap rumah, dengan konsep rumah adat Sunda.

“Jadi saya sudah meminta ke pak bupati untuk segera disiapkan tanahnya. Kalau tanahnya sudah tersedia, nanti kami memberikan bantuan untuk pembangunan rumahnya. Biasanya bantuannya berupa rumah adat Sunda, nilai bantuannya 40 juta Rupiah (per rumah),” papar Dedi.

Menurutnya, skema serupa juga diterapkan bagi warga terdampak bencana di sejumlah daerah lain, seperti Purwakarta, Tasikmalaya, dan Karawang.

la juga menegaskan bantuan ditargetkan segera ditransfer ke rekening warga yang memenuhi syarat sebagai penerima.

Dedi turut menyampaikan permohonan
maaf apabila pelayanan pemerintah belum maksimal atau informasi mengenai kondisi warga belum sampai kepadanya. la menegaskan pemerintah provinsi tidak dapat mengetahui seluruh persoalan di lapangan tanpa adanya laporan dari bupati, camat, maupun kepala desa.

Di akhir klarifikasinya, Dedi menegaskan
komitmennya untuk membantu membangun kembali rumah-rumah warga yang terdampak bencana di berbagai wilayah Jawa Barat.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB