sukabumiheadline.com – Lagi, keluhan tentang kemacetan lalu lintas di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikeluhkan pengguna jalan. Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, juga mengkritik keras masalah klasik di ruas Jalan Nasional Bogor-Sukabumi tersebut.
Kekinian, Anisah Lestari, seorang karyawan swasta menyebut waktu kemacetan cukup bisa diprediksi, yakni setiap pagi, siang, dan sore hingga petang.
“Saya jam berangkat kerja sekira 12.00 atau 13.00 WIB, itu macet mulainya atau bisa samapai Rumah Sakit Sekarwangi. Saya tidak tahu kondisi pagi karena jam kerja siang ke sore, kadang malam,” kata Anisah kepada sukabumiheadline.com, Senin (29/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau jam pulang, atau sore antara jam 15.00 sampai 18.00 WIB. Itu pasti mulai macetnya dari depan kantor Samsat Cibadak,” imbuhnya.
Perempuan 26 tahun itu menyebut titik kemacetan relatif terprediksi, dari mulai sekitar PT Daehan Global, Samsat Cibadak, pertigaan Cibadak, pasar, hingga ke Karang Tengah.
“Mulainya itu pasti di pabrik Daehan, Samsat Cibadak, pertigaan Cibadak, pasar, sampai Karang Tengah. Kalau sudah sampai karang tengah ke arah Sukabumi Kota, itu sudah lancar,” jelas Anisah.
Lebih jauh, Anisah mengungkap faktor penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas di jalur tersebut.
“Paling utama soal ketertiban pengendara sih, mulai dari motor dan mobil pribadi dan bahkan sampai angkutan umum juga. Menurut saya, di setiap persimpangan juga seharusnya didahulukan jalan lurus (arus lalu lintas Jalan Nasional – red),” papar dia.
Anisah berharap pemerintah daerah mengambil solusi konkret terkait penanganan kemacetan tersebut yang setiap hari terjadi. Pasalnya, kemacetan sangat merugikan pengguna jalan, terlebih jika ada kepentingan urgent.
“Saya berharap mungkin lebih ke penertiban volume kendaraan dan angkutan umum, membenahi juga jalan-jalan rusak untuk mengurangi kemacetan,” katanya.
“Lumayan mengganggu jika ada hal-hal urgent juga, dan kadang diluar prediksi macetnya,” tambah Anisah.
Di sisi lain, ia juga menyoroti absennya pemerintah daerah di jam-jam terjadinya kemacetan. Ia mengaku jarang melihat petugas Dinas Perhubungan hadir mengatur lalu lintas.
“Kadang-kadang aja ada. Saat long weekend, Cibadak kan selalu macet panjang, baru ada petugas. Kalau sehari-hari tidak ada, paling jika waktu keluar pabrik, itu kadang ada,” sesal dia.
Meskipun area parkir pabrik PT Daehan menurutnya relatif baik, namun rendahnya disiplin pengguna jalan tetap memicu terjadinya kemacetan.
“Sepertinya parkiran pabrik itu aman, kadang angkot kalau parkir itu yang terlalu mepet dengan jalan. Seharusnya di kawasan tersebut ada pelebaran jalan untuk angkot parkir,” pungkasnya.
Sebelumnya, masalah klasik kemacetan di Jalan Nasional ruas Sukabumi-Bogor, tepatnya di depan PT Daehan Global, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, juga dikeluhkan masyarakat.
Di sisi lain Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dinilai tutup mata. Publik menilai Pemkab lepas tangan, sehingga dinilai tidak pernah melakukan upaya konkret untuk menyelesaikan kemacetan tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, bahkan meminta Bupati Sukabumi Asep Japar untuk membawa kendaraan sendiri dan tanpa pengawalan, agar bisa merasakan dampak akibat kemacetan.
“Saya ingin mengajak Bupati Sukabumi melewati Kemacetan di Daehan (Global –red) Cibadak dengan membawa mobil sendiri tanpa pengawalan, saat diburu waktu hendak kerja,” kata Hera. Baca selengkapnya: Anggota DPRD tantang Bupati Sukabumi tembus kemacetan Cibadak tanpa pengawalan









