sukabumiheadline.com – Istilah frekuensi pada manusia umumnya merujuk pada dua hal utama, yakni frekuensi pendengaran (suara yang bisa didengar telinga) dan frekuensi pernapasan (jumlah napas per menit).
Pada pendengaran, manusia normal dapat mendengarkan bunyi antara 20 Hz sampai 20.000 Hz. Pada pernapasan, orang dewasa sehat biasanya bernapas sebanyak 12 hingga 20 kali per menit.
Namun kekinian, frekuensi juga merujuk kepada psikologi manusia. Menurut penelitian, aktivitas gelombang otak manusia diukur dalam satuan Hertz (Hz).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas ini mencerminkan kondisi mental, tingkat kesadaran, serta emosi seseorang, yang terbagi ke dalam empat kategori utama berdasarkan kecepatan frekuensinya.
Ciri orang dengan frekuensi tinggi
Orang dengan frekuensi tinggi atau getaran energi positif yang tinggi biasanya memancarkan ketenangan, mudah bersyukur, sangat peka secara emosional, serta memiliki belas kasih yang besar. Energi positif mereka sering menular dan membuat orang di sekitar merasa nyaman.
Berikut adalah ciri-ciri utama orang dengan frekuensi tinggi, dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber, Ahad (22/8/2026)
Emosi dan Mental: Sering merasa damai dan bahagia tanpa syarat, mudah bersyukur atas hal-hal kecil dalam hidup, punya ketahanan mental yang kuat saat stres, dan sangat sadar diri dan jujur pada perasaan sendiri.
Dalma berhubungan sosial, orang dengan frekuensi tinggi tidak suka drama atau gosip yang tidak penting. Merwka juga menjauhi kepalsuan dalam pertemanan, mudah disukai oleh anak-anak dan hewan, dan memiliki pancaran aura yang tulus dan menarik.
Selain itu, orang dengan frekuensi tinggi juga lebih suka makanan alami yang sehat, nyaman menikmati waktu sendiri (solitude) yang positif, dan punya prinsip hidup kuat dan tidak mudah ikut arus.
Ciri orang dengan frekuensi rendah
Sementara itu, orang dengan frekuensi rendah (low vibration) adalah mereka yang energi, pikiran, dan perasaannya didominasi oleh hal-hal negatif, rasa lelah, serta emosi berat yang memengaruhi suasana hati dan interaksi sosial mereka sehari-hari.
Orang dengan ciri ini sering merasa cemas, stres, atau marah tanpa sebab jelas. Mereka juga mudah putus asa dan merasa hidup ini terlalu berat, dan sering overthinking terhadap hal-hal kecil yang tidak penting.
Orang dengan frekuensi rendah juga kehilangan motivasi dan gairah dalam menjalani hari, suka menjatuhkan orang lain demi ego diri sendiri.
Merwka juga menganggap segala aspek kehidupan sebagai bentuk kompetisi, mudah mengeluh dan melihat sisi buruk dari setiap situasi, dan menularkan energi lelah atau tidak nyaman bagi orang di sekitar.
Jenis gelombang otak
- Beta (12–25 Hz): Kondisi saat Anda sadar, aktif berpikir, fokus bekerja, atau merasa cemas.
- Alfa (8–12 Hz): Kondisi saat Anda rileks, santai, tenang, atau mulai meditasi ringan.
- Theta (4–7 Hz): Kondisi saat mengantuk, tidur ringan, meditasi dalam, atau memunculkan kreativitas.
- Delta (0,5–3 Hz): Kondisi saat tidur nyenyak tanpa mimpi dan proses pemulihan tubuh.









