sukabumiheadline.com – Hubungan yang sehat seharusnya membawa kebahagiaan, rasa aman, dan saling menghargai antara kedua pasangan. Namun, tanpa disadari, banyak orang terjebak dalam hubungan toxic yang perlahan menguras emosi dan mengikis kepercayaan diri.
Jika tidak segera disadari dan diatasi, hubungan toxic bisa terbawa hingga ke jenjang pernikahan dan berakhir dengan penyesalan. Karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri hubungan yang tidak sehat sejak dini serta memahami cara menghindarinya sebelum semuanya terlambat.
Menurut psikolog Jeffrey Bernstein, cara agar bisa menghindari dan keluar dari hubungan toxic yaitu dengan menganggap diri berharga. Menurutnya, percakapan terpenting dalam hidup seseorang adalah dengan dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, apa yang Anda pikirkan dan rasakan tentang diri sendiri sangat penting untuk self-esteem (harga diri),” ujarnya.
Dengan menganggap diri sendiri berharga, maka akan melindungi dari berbagai hal yang menyakitkan. Hal ini juga akan menumbuhkan rasa bangga dan penerimaan karena telah memprioritaskan kesehatan mental.
“Saya mendorong Anda untuk memanfaatkan kekuatan dan harga diri Anda untuk melakukannya dengan cara yang sehat. Jika ingin mengakhiri hubungan, mengatakannya langsung lewat kata-kata yang konstruktif dan menenangkan akan terasa paling sehat,” ujar Berstein.

Berikut ini 5 ciri hubungan toxic yang perlu diwaspadai agar tak menyesal dalam pernikahan. Begini cara menghindarinya.
1. Tidak ada dukungan
Dalam hubungan yang sehat, kedua pihak saling mendorong dan bahagia melihat pasangannya meraih kesuksesan. Namun, pada hubungan toxic, keberhasilan justru dianggap sebagai ancaman yang harus disaingi, sehingga hubungan dipenuhi dengan energi negatif dan kurangnya dukungan satu sama lain.
2. Cemburu berlebihan
Cemburu yang berlebihan dalam hubungan toxic membuat pasangan kehilangan kebebasan dan merasa terkekang. Ketidakpercayaan semacam ini menimbulkan ketidaknyamanan dan merusak rasa aman dalam hubungan.
3. Perilaku mengatur
Pasangan yang gemar mengontrol sering kali mengatasnamakan perhatian, padahal sebenarnya dilandasi keinginan untuk menguasai. Perilaku ini dapat terlihat dari kebiasaan memaksa tahu semua aktivitas pasangan setiap waktu.
4. Tidak jujur dan tak memiliki rasa percaya
Ketika seseorang merasa takut atau tidak nyaman untuk terbuka kepada pasangan, itu bisa menjadi tanda menurunnya kepercayaan dalam hubungan. Kondisi ini biasanya membuat komunikasi tertutup dan menimbulkan jarak emosional.
Hubungan yang toxic juga kerap diwarnai ketidakjujuran yang sering kali muncul karena seseorang merasa perlu melindungi diri dari reaksi negatif pasangannya. Akibatnya, komunikasi menjadi tidak terbuka dan rasa saling percaya kian pudar.
5. Kebiasaan finansial buruk
Kebiasaan menggunakan uang bersama untuk kepentingan pribadi tanpa sepengetahuan pasangan merupakan bentuk pelanggaran kepercayaan finansial. Tindakan ini bakal menimbulkan konflik, terutama jika dilakukan dalam jumlah besar dan tanpa alasan yang jelas.









