sukabumiheadline.com – Buat perempuan yang mengalami rambut rontok, jangan anggap remeh, karena ciri tersebut merupakan salah satu gejala potensi autoimun. Di sisi lain, hampir 80 persen pengidap autoimun adalah perempuan, bahkan untuk kondisi seperti sindrom Sjogren, risikonya bisa sampai sembilan kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Selain itu, banyak perempuan sering menganggap remeh rasa lelah berlebihan, nyeri sendi, atau sulit berkonsentrasi sebagai efek dari jadwal yang padat. Padahal, hormon estrogen berperan dalam meningkatkan aktivitas sistem imun, sehingga perubahan hormon saat pubertas, kehamilan, hingga menopause dapat memicu atau memperparah gejala autoimun.
Berikut adalah 7 ciri autoimun pada perempuan dikutip sukabumiheadline.com dari PelviCare, Novartis, Liv Hospital, Max Hospital, Selasa (1/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Demam ringan
Demam ringan yang muncul berulang atau tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara tidak normal memicu respons peradangan, sehingga suhu tubuh meningkat meskipun tidak sedang mengalami infeksi. Demam atau peradangan yang berlangsung tanpa penyebab pasti tidak boleh dianggap sepele.
2. Masalah pencernaan
Gangguan pencernaan yang muncul tanpa sebab yang jelas dan terjadi secara berulang dapat menjadi salah satu tanda awal penyakit autoimun. Keluhan ini tak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga memengaruhi pola makan dan aktivitas sehari-hari. Gangguan pencernaan akibat autoimun dapat berupa perut kembung, nyeri atau rasa tidak nyaman di perut, hingga meningkatnya sensitivitas terhadap makanan tertentu yang sebelumnya tidak timbul masalah.
3. Ruam kulit
Munculnya ruam pada kulit atau meningkatnya sensitivitas terhadap paparan sinar matahari dapat menjadi salah satu tanda penyakit autoimun yang tidak boleh diabaikan. Gejala ini terjadi akibat respons sistem kekebalan tubuh tidak normal, sehingga memicu peradangan pada kulit, terutama setelah terpapar sinar matahari. Salah satu ciri khas lupus. Penyakit autoimun yang sering menyerang perempuan, adalah ruam berbentuk kupu-kupu di area pipi dan pangkal hidung.
4. Nyeri sendi
Nyeri dan kekakuan pada sendi, terutama saat bangun tidur, merupakan salah satu tanda khas rheumatoid arthritis, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi. Keluhan ini juga dapat berlangsung selama beberapa jam pada pagi hari dan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari yang mengakibatkan menurunnya produktivitas harian.
Rheumatoid arthritis diketahui 3 kali lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Sendi-sendi kecil, seperti jari tangan, pergelangan tangan, dan kaki, umumnya menjadi bagian tubuh yang paling awal mengalami peradangan sehingga menimbulkan rasa nyeri, kaku, hingga berkurangnya kemampuan untuk bergerak secara normal.
5. Kelelahan ekstrim
Rasa lelah yang terus muncul meskipun sudah mendapatkan waktu istirahat cukup merupakan salah satu tanda autoimun yang paling sering dialami. Keluhan ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja secara tidak normal, sehingga memicu peradangan yang dapat menguras energi tubuh secara terus-menerus.
Sayangnya, kelelahan akibat autoimun sering kali dianggap sebagai dampak dari kurang tidur, aktivitas yang padat, atau beban pekerjaan sehari-hari. Padahal, apabila rasa lelah berlangsung dalam waktu lama, tidak membaik setelah beristirahat, dan disertai keluhan lain.
6. Brain fog
Brain fog atau gangguan kognitif berupa sulit berkonsentrasi menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami perempuan dengan penyakit autoimun. Kondisi ini dapat membuat penderitanya lebih sulit berpikir jernih, fokus saat bekerja atau belajar, serta menyelesaikan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
Pada beberapa jenis autoimun, seperti multiple sclerosis, gangguan kognitif tidak hanya berupa kesulitan berkonsentrasi, tetapi juga dapat disertai penurunan daya ingat dan gangguan keseimbangan. Gejala-gejala tersebut muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sistem saraf sehingga memengaruhi fungsi otak dan kemampuan tubuh dalam berkoordinasi.
7. Rambut rontok
Rambut rontok yang terjadi secara berlebihan, kuku yang mudah rapuh, serta mata yang terasa kering dapat menjadi salah satu tanda penyakit autoimun yang sering tidak disadari. Keluhan tersebut muncul karena gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat memengaruhi kesehatan kulit, rambut, kelenjar air mata, dan jaringan tubuh lainnya.
Kondisi autoimun seperti Hashimoto’s thyroiditis kerap ditandai dengan kerontokan rambut yang disertai gejala lain, seperti tubuh mudah lelah dan kenaikan berat badan tanpa penyebab yang jelas.









