Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Popularitas Partai Arab yang kian moncer di Negeri Zionis, membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu khawatir Partai Likud yang mendukungnya kalah dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Israel.

Pemilu parlemen yang diadakan pada Selasa (27/10/2026) kemarin tersebut, digelar pertama kali sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang di Gaza yang menyusul setelahnya.

Sikap Netanyahu itu dipicu pernyataan Komite Pemilihan Umum Pusat yang mengungkap tingkat partisipasi pemilih secara nasional telah mencapai 31,5 persen pada tengah hari, angka tertinggi pada tahap tersebut sejak Pemilu Israel pada 1973 silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu membuat Netanyahu berang sebelum pemilu digelar. Ia bahkan sempat mengingatkan bahwa tingginya tingkat partisipasi pemilih Arab dapat menyebabkan Partai Likud, kalah dalam pemilu.

Terungkap sebuah rekaman menunjukkan Netanyahu sedang berbicara di hadapan para pendukungnya di Rishon Lezion, menanyakan siapa yang belum memberikan suara.

Saat seorang pendukung meneriakkan “Bibi, Bibi, Bibi!”, Netanyahu segera menghentikan sorak-sorai tersebut dan mendesak massa segera menuju TPS.

Diberitakan Viory, tingkat partisipasi di TPS menunjukkan komunitas Arab telah mencapai rekor tertinggi. Hal itu membuat Netanyahu menuduh lawan-lawan politiknya berupaya mencuri kemenangan dalam pemilu.

“Jika Anda tidak segera pergi memilih ‘Machal’, besok pagi kita akan terbangun dengan pemerintahan sayap kiri, partai-partai Arab, dan Islam radikal. Kita akan kehilangan negara ini. Itulah sebabnya tidak boleh ada perayaan sekarang,” tegas Netanyahu, seperti dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (28/10/2026).

“Tidak ada perayaan, tidak ada kue, tidak ada roti lapis, tidak ada apa-apa. Tidak ada pantai, tidak ada acara bakar-bakar daging (barbeku), tidak ada apa-apa. Hanya satu hal: pergilah memilih ‘Machal’ (kode surat suara untuk partai Likud pimpinan Netanyahu – red),” tegas dia.

Untuk informasi, pemilu ini mempertemukan kubu Netanyahu dengan blok oposisi yang dipimpin oleh mantan kepala militer Gadi Eisenkot, di mana partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab berpotensi memainkan peran kunci dalam menentukan pemerintahan berikutnya.

Diperlukan mayoritas 61 kursi di Knesset (parlemen Israel) yang memiliki total 120 kursi untuk membentuk pemerintahan.

Berita Terkait

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB