sukabumiheadline.com – Hari ini, 2 November, diperingati sebagai Hari Arwah Semua Orang Beriman, Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis hingga peristiwa Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Belanda dan Indonesia di Den Haag.
Dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber, Senin (2/11/2026), setiap 2 November diperingati beberapa momen penting secara nasional dan internasional, sebagai berikut:
Peringatan dan hari penting 2 November
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Arwah Semua Orang Beriman (All Souls’ Day): Tradisi dalam Gereja Katolik dan Kristen Barat untuk mengenang serta mendoakan jiwa-jiwa umat beriman yang telah meninggal.
Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis (IDEI): Peringatan global yang ditetapkan PBB untuk melindungi keselamatan jurnalis dan mengakhiri kekerasan atau ancaman terhadap insan pers.
Hari Balet Sedunia (World Ballet Day): Perayaan global seni tari balet di mana berbagai perusahaan balet dunia menampilkan latihan dan pertunjukan khusus.
Hari Profesional Lalu Lintas Penyiaran Nasional: Memperingati sejarah siaran radio komersial pertama di Amerika Serikat pada 2 November 1920.
Peristiwa penting pada 2 November
Selain itu, dua hari penting juga selalu diperingati pada hari ini, yakni:
2 November 1949: Akhir Konferensi Meja Bundar (KMB). Hasil utama dari Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag pada 23 Agustus hingga 2 November 1949 adalah sebagai berikut:
- Pengakuan Kedaulatan: Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia secara penuh dan tanpa syarat kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) paling lambat pada 30 Desember 1949 (secara resmi ditandatangani pada 27 Desember 1949).
- Bentuk Negara: Indonesia berubah bentuk menjadi negara federal dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) yang terdiri dari 16 negara bagian.
- Status Irian Barat: Masalah wilayah Irian Barat (Papua) penanganannya ditunda selama satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
- Uni Indonesia-Belanda: Dibentuknya Uni Indonesia-Belanda yang bersifat longgar berdasarkan kerja sama sukarela dan sederajat, dengan Kepala Negara Kerajaan Belanda sebagai simbol.
- Masalah Keuangan dan Utang: RIS harus menanggung dan membayar utang Hindia Belanda mulai dari tahun 1942 (sebesar kurang lebih 4,3 miliar gulden).
- Urusan Militer: Dibentuknya Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), dengan TNI sebagai inti dari kekuatan militer tersebut.
2 November 1949: Penetapan Rupiah sebagai mata uang resmi Indonesia. Pemerintah Indonesia menetapkan 2 November 1949 sebagai tanggal resmi diperkenalkannya nama Rupiah sebagai mata uang kebangsaan Indonesia, setelah sebelumnya menggunakan ORI (Oeang Republik Indonesia) yang pertama kali beredar pada 30 Oktober 1946.
30 Oktober 1946 resmi beredarnya ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai mata uang sah pertama yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Tanggal ini diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Keuangan Nasional atau Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).
Setelah 2 November 1949 pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan nama Rupiah sebagai mata uang kebangsaan. Kemudian pada 17 Agustus 1950, setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS) dan kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rupiah semakin dikukuhkan sebagai mata uang resmi negara.
Selanjutnya pada 1 Juli 1953, Bank Indonesia resmi berdiri sebagai Bank Sentral dan untuk pertama kalinya mengeluarkan uang Rupiah versi Bank Indonesia.
2 November 2022: Penghentian resmi siaran televisi (TV) analog nasional di Indonesia (Analog Switch Off / ASO).









