sukabumiheadline.com – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah melalui PT Green Sinar Mentari meluncurkan Air Conditioner Muhammadiyah (ACMU). Mesin pendingin udara inovatif ACMU mengedepankan efisiensi energi, kelestarian lingkungan, dan fitur Islami.
Produk ini pertama kali diperkenalkan dalam acara Tanwir Muhammadiyah di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Menurut CEO PT Green Sinar Mentari, Jaenudin, ACMU dirancang dengan teknologi inverter canggih untuk memberikan kenyamanan maksimal dengan konsumsi energi yang lebih hemat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“ACMU adalah AC bintang 5 yang memiliki efisiensi energi tinggi dan emisi karbon rendah, sesuai dengan standar pemerintah,” ujar Jaenudin, Kamis (5/12/2024) lalu.
Harga yang kompetitif
ACMU menawarkan harga yang kompetitif di pasar pendingin udara dengan berbagai paket sesuai kebutuhan pengguna:
- Harga Unit Saja: Dimulai dari Rp5 juta hingga Rp8 juta tergantung kapasitas daya AC (1 PK, 1.5 PK, atau 2 PK).
- Harga Unit + Material: Tersedia mulai dari Rp6 juta hingga Rp9 juta dengan tambahan perlengkapan instalasi seperti pipa dan kabel.
- Harga Paket Lengkap: Untuk layanan lengkap dengan pemasangan dan bongkar unit lama, harga berkisar antara Rp7 juta hingga Rp10 juta.
Anggota Muhammadiyah berhak mendapatkan potongan harga hingga 10%, menjadikan ACMU pilihan yang menarik baik untuk amal usaha maupun penggunaan pribadi.
“Kami memberikan garansi hingga 10 tahun untuk kompresor, sesuatu yang jarang ditemukan pada produk sejenis,” tambah Jaenudin.
Fitur unggulan ACMU

Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
ACMU mencatat penghematan energi hingga 26% di berbagai amal usaha Muhammadiyah, seperti RS Islam Jakarta Cempaka Putih (24%), RS Muhammadiyah Lamongan (17%), dan RS PKU Muhammadiyah Gamping (26%).
Fitur Islami
Salah satu daya tarik ACMU adalah pengingat waktu salat yang terintegrasi. Pengguna dapat memilih tampilan jadwal salat atau pengingat azan secara otomatis.
“AC ini bukan hanya untuk kenyamanan duniawi, tetapi juga ukhrawi, membantu kita tetap fokus pada ibadah,” kata Jaenudin.
Produk lokal
Meskipun saat ini 90% bahan baku masih diimpor, ACMU diproduksi di Semarang dan terus meningkatkan kandungan lokal. Langkah ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan industri dalam negeri.
Dukungan untuk Amal Usaha Muhammadiyah
ACMU dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai amal usaha Muhammadiyah, seperti rumah sakit, sekolah, dan masjid. Bahkan, ACMU direncanakan menjadi mitra resmi dalam Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan. Selain untuk lembaga, ACMU juga tersedia untuk masyarakat umum dengan jaringan layanan purna jual yang tersebar luas.
“Kami ingin memastikan bahwa pengguna ACMU mendapatkan produk berkualitas dengan layanan terbaik,” tutur Jaenudin.