Ada Apa Diaz “Sobri“ Ardiawan Dunia Terbalik ke Bojonggenteng Sukabumi?

- Redaksi

Jumat, 1 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suherman (kiri) dan Diaz Ardiawan (kedua dari kiri) pemeran sinetron Dunia Terbalik. l Suherman

Suherman (kiri) dan Diaz Ardiawan (kedua dari kiri) pemeran sinetron Dunia Terbalik. l Suherman

SUKABUMIHEADLINE.com I BOJONGGENTENG – Artis pemeran Sobri Dunia Terbalik menjadi salah satu artis tanah air yang sangat jarang disorot media. Namun, pemilik nama asli Diaz Ardiawan ini ternyata memiliki hobi yang sangat unik dan mengispirasi.

Diaz hobi menjelajah alam Indonesia dan juga ikut mempromosikan tempat-tempat wisata yang keren untuk dikunjungi. Melalui akun media sosial Instagramnya Diaz cukup aktif mengunggah potret-potret kerennya saat menjelajah alam.

Namun, baru-baru ini Sobri terlihat berada di Kampung Pamatutan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Kehadiran Sobri di Bojonggenteng, bukan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata sebagaimana hobinya yang rajin ia pamerkan di akun Instagramnya.

Sobri, disebutkan Suherman (50), berada di Bojonggenteng karena mengikuti kelompok Jamaah Tabligh. Kelompok ini memang dikenal ruting melakukan ibadah berkelompok di berbagai daerah. Bahkan, hingga ke luar negeri.

Baca Juga :  Kesan Warga Bekasi Mudik ke Sukabumi: Dari Saya Kecil hingga Menikah Jalan Tetap Rusak

Khuruj (istilah yang populer di kalangan anggota Jamaah Tabligh-red) aja. Enggak lama, hanya beberapa hari,“ kata warga Kampung Pamatutan RT 21/08, Desa/Kecamatan Bojonggenteng itu kepada sukabumiheadline.com, Kamis (30/9/2021).

Suherman menambahkan, Sobri mengikuti kegiatan Jamaah Tabligh di masjid kompleks perumahan Mayanti Hill. Kampung Pamatutan, Desa Cibodas, beberapa hari lalu.

“Minggu (pekan) ini, beberapa hari lalu di masjid kompleks perumahan Mayanti Hill,“ pungkas Suherman.

Berita Terkait

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya
Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya
Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:00 WIB

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:06 WIB

28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:00 WIB

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:19 WIB

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi pria lansia di dalam penjara - sukabumiheadline.com

Regulasi

Hukuman pidana bagi lansia dalam KUHP baru menurut MA

Senin, 16 Feb 2026 - 02:58 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131