Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi elektrifikasi jalur KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com

Ilustrasi elektrifikasi jalur KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mengungkapkan rencana untuk memulai proyek elektrifikasi jalur kereta pada 20 Mei 2026 untuk rute Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Cilegon.

Dilansir Good News From Indonesia, Dony menyampaikan elektrifikasi jalur kereta tersebut bertujuan untuk menghidupkan kota-kota baru di sepanjang jalur.

“Tahun ini, tepatnya pada 20 Mei, kami akan melakukan groundbreaking untuk elektrifikasi Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan juga Jakarta–Cilegon,” ujar Dony, dikutip Senin (4/5/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Elektrifikasi jalur kereta juga diyakini akan mengurangi polusi dan meningkatkan efisiensi dalam moda transportasi kereta api. “Dengan kita melakukan elektrifikasi, ini mengurangi urbanisasi,” kata pria yang juga menjabat Kepala BP BUMN tersebut.

Oleh karena itu, elektrifikasi jalur kereta api menjadi salah satu indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) industri perkeretaapian.

“Saya selalu bilang bahwa kereta api hanya punya dua KPI. Satu berkaitan dengan safety, yang kedua elektrifikasi,” ujar Dony.

BP BUMN bersama Danantara terus mendorong KAI agar bertransformasi menjadi perusahaan transportasi yang modern, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Upaya ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung target pemerintah menuju nol emisi.

Spesifikasi teknis

Ilustrasi pemasangan jaringan listrik KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pekerjaan pemasangan jaringan listrik KRL Commuter Line – sukabumiheadline.com

Untuk informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman tentang rencana kerja sama elektrifikasi jalur kereta api di Auditorium Jakarta Railways Center, Senin (20/10/2025) lalu.

Kolaborasi strategis antara dua BUMN ini menjadi tonggak penting dalam percepatan elektrifikasi jalur kereta api nasional yang akan meningkatkan efisiensi, keandalan, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.

Dikutip dari website Universitas Gunadarma, jaringan listrik KRL Commuter Line di Indonesia menggunakan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) atau catenary system dengan arus searah (DC) bertegangan tinggi 1500 V.

“Daya listrik disuplai dari gardu traksi yang mengubah arus AC dari PLN menjadi DC, kemudian disalurkan melalui kabel atas ke kereta via pantograf,” katanya di jurnal berjudul Sistem Jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pada Kereta Rel Listrik (KRL) di Resort 1.13 Bogor (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) itu.

Ilustrasi KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com
Ilustrasi KRL Commuter Line – sukabumiheadline.com

Berikut adalah poin penting mengenai jaringan listrik KRL:

  • Sistem: Menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA) dengan tegangan searah (DC) sebesar 1500 Volt.
  • Komponen Utama: Terdiri dari kabel katenari (atas), messenger wire, dan kabel kontak yang menyalurkan listrik ke pantograf di atap kereta.
  • Sumber Daya: Listrik berasal dari PLN yang diturunkan tegangannya di gardu traksi.

Sistem ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil secara langsung untuk penggeraknya.

Berita Terkait

5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali
Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton
WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali
A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak
Jenderal polisi jabat Kepala BRAN, SPI Sukabumi: Pesimistis, alat represif dan tabrak aturan
Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto
Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:00 WIB

WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Berita Terbaru

Rokok elektrik atau vape - sukabumiheadline.com

Hikmah

Kapolri minta MUI haramkan vape

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:34 WIB