sukabumiheadline.com – Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat setelah mengalami sakit singkat yang datang secara tiba-tiba.
Kabar kematian Graham tersebut disampaikan Direktur Komunikasi kantornya melalui unggahan di platform X pada Ahad (12/7/2026) dini hari.
“Keluarga Senator Graham menghargai doa yang diberikan pada masa ini dan meminta privasi selama periode yang sangat sulit ini,” demikian pernyataan dari kantornya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Senator Partai Republik dari South Carolina yang cukup berpengaruh tersebut meninggal dunia ketika berusia 71 tahun. Melansir dari Reuters, Graham tidak pernah menikah dan tinggal di Seneca, South Carolina.
Graham terpilih menjadi anggota Senat AS pada 2002. Sebelum menjabat di Senat, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) AS pada 1994 untuk mewakili distrik kongres ketiga South Carolina, sebagaimana tercantum dalam situs resminya.
Pada awal karier politiknya, ia dikenal sebagai salah satu pengkritik keras Presiden AS Donald Trump sebelum kemudian menjadi salah satu sekutu paling loyal Trump di Capitol Hill.
Sebagai politikus yang dikenal memiliki pandangan kuat di bidang pertahanan, situs resminya menyebut Graham secara konsisten mendorong berbagai kebijakan dalam Perang Melawan Terorisme (War on Terror) yang dinilai mampu melindungi kepentingan keamanan nasional jangka panjang Amerika Serikat.
Belakangan, Graham menjabat sebagai Ketua Komite Anggaran Senat (Senate Budget Committee). Ia juga merupakan anggota Komite Alokasi Anggaran Senat (Senate Committee on Appropriations), Komite Judisial Senat (Senate Judiciary Committee), serta Komite Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Senat (Senate Committee on Environment and Public Works).
Pembalasan Iran?

Sementara itu, salah seorang tokoh komunitas Syiah (Ahlulbait) di Indonesia, Ustadz Abdillah Baabud, menyebut kematian Lindsey Graham yang mendadak sebagai awal dari aksi pembalasan Iran atas kematian pemimpin yang besar Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
“Badai pembalasan atas gugurnya Sayyid Ali Khamenei sepertinya telah dimulai,” kata pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Timur, sebuah organisasi kemasyarakatan yang mewakili komunitas pencinta Ahlulbait (Syiah) di tanah air tersebut, dikutip sukabumiheadline.com dari pernyataan videonya, Senin (13/7/2026).
“Lindsey Graham adalah pembisik (Donald) Trump untuk menyerang Iran, dan menargetkan tokoh-tokoh Islam Iran,” lanjut dia.
Namun demikian, Baabud tidak merinci secara detail yang dimaksud dengan aksi pembalasan Iran yang dikatakannya.









