22.2 C
Sukabumi
Minggu, Mei 26, 2024

Honda AMAX 160, skutik futuristik performa unggul jadi penantang Yamaha Aerox

sukabumiheadline.com - Honda kembali menggebrak pasar skutik...

Smartphone dengan Peforma Mewah, Spesifikasi Xiaomi 13T Dilengkapi Kamera Leica

sukabumiheadline.com - Xiaomi selalu menjadi incaran bagi...

Banyak Disindir Netizen Soal Kenaikan Harga BBM, Ini Saran Oneng untuk Jokowi

NasionalBanyak Disindir Netizen Soal Kenaikan Harga BBM, Ini Saran Oneng untuk Jokowi

SUKABUMIHEADLINE.com l Kenaikan harga BBM bersubsidi mengundang beragam reaksi warga, banyak di antaranya menyindir kalangan politisi Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tidak lagi nyaring menolak kenaikan harga BBM.

Salah satu politisi PDIP yang kerap disentil warganet adalah Rieke Diah Pitaloka.

Diketahui, wanita yang populer dengan nama Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta itu, lantang menolak kenaikan harga BBM pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kini, anggota Komisi VI DPR RI tersebut meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membongkar data Biaya Pokok Produksi (BPP) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan alokasi APBN untuk subsidi energi, subsidi perlindungan sosial, dan energi bagi keluarga tidak mampu.

Pasalnya, kata dia, data tersebut diduga tidak transparan.

“Saya mendukung Presiden Jokowi membongkar indikasi kuat tidak transparannya BPP BBM dan alokasi APBN untuk subsidi energi, serta untuk subsidi perlindungan sosial dan energi bagi keluarga tidak mampu,” kata Rieke dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2022) lalu.

Politikus PDIP ini mengatakan bahwa Komisi VI DPR pada Raker tersebut sudah meminta kepada Kementerian BUMN menyampaikan secara tertulis.

Pertama, BPP crude oil dari Indonesia. Kedua, rincian BPP crude oil impor. Ketiga, rincian impor crude oil, LPG, dan LNG dari tahun 2011-2022.

Untuk informasi, Rieke bersama politikus Senayan dari PDIP melakukan aksi walk out, sebagai bentuk protes kenaikan harga BBM kala itu.

Tak hanya itu, Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani dan Hasto Kristiyanto bahkan sampai menangis karena mengaku gagal menjegal kenaikan harga BBM.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer