Batu numpuk dalam rumah, warga korban bencana Sukabumi nangis tak ada perhatian

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perempuan korban bencana di Simpenan, Sukabumi (kiri) - Ist

Perempuan korban bencana di Simpenan, Sukabumi (kiri) - Ist

sukabumiheadline.com – Seorang perempuan korban bencana alam di Kabupaten Sukabumi , Jawa Barat, menangis sambil memvideo kondisi rumahnya yang hancur diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Dari keterangan di video, perempuan korban bencana tersebut sebagai warga Kampung Cisarua RT 002/015, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.

Tampak dalam video, tumpukan batu bercampur tanah bersarang dari mulai teras, ruang tengah hingga ke dalam kamar. Video diunggah Wulan di akun TikTok @mey_sha15.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penjelasan video diunggah Rabu (7/1/2026), ia meminta perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Ini pak @KANG DEDI MULYADI, lihat ini masa pura-pura tidur, ini warga kondisinya seperti ini. Masa mau dibiarkan terus, sedangkan ini sudah satu tahun menunggu direlokasi,” kata dia, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga :  Siapkan CV-mu, Sukabumi Job Fair 2023 Dua Hari Lagi Dibuka

“Ini sudah tiga kali diterjang bencana, hingga ada korban jiwa. Masak gak didenger terus. Ini video ingin sampai ke Gubernur Jawa Barat,” kata perempuan yang mengaku bernama Wulan tersebut.

Kondisi rumah warga Kecamatan Simpenan, Sukabumi - Ist
Kondisi rumah warga Kecamatan Simpenan, Sukabumi – Ist

Dikonfirmasi sukabumiheadline.com, ia mempersilakan untuk dikutip. Menurutnya, jumlah korban yang belum mendapatkan bantuan berjumlah sekira 50 KK. Ia mengaku terpaksa pulang dari pengungsian di sekolah karena yang lain sudah pada pulang.

“Banyak, ada sekira 50 KK,” jawabnya.

Baca Juga :  Warga Sukabumi Dikejar Waktu tapi Belum Sarapan? Ke Satu Dapur Group Aja

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mulai mengalami gangguan kecemasan dan terpapar penyakit setelah empat hari bertahan di lokasi pengungsian.

Abrasi Sungai Cidadap yang meluas sejak Senin, 15 Desember 2025 lalu telah menghancurkan puluhan rumah dan memaksa warga hidup dalam ketidakpastian.

​Sedikitnya 473 warga dari lima kampung di Desa Cidadap mengungsi di gedung SDN Kawungluwuk. Banjir bandang menyebabkan 46 rumah ambruk terbawa arus sungai, sementara 76 rumah lainnya dalam kondisi terancam. Baca selengkapnya: Sebelum direlokasi, Pemprov beri korban banjir Sukabumi Rp10 juta untuk kontrak rumah

Berita Terkait

Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner
Dua prajurit terbaik dari Sukabumi dikirim ke Aceh untuk penugasan baru
Turis asing tewas dalam kecelakaan jetski di Pantai Buffalo Sukabumi
Rumah dua perempuan di Ciomas Sukabumi ludes terbakar
Gegara tumpukan sampah, Nadine Merry gagal nikmati keindahan pantai di Sukabumi
Jumlah pria-wanita Sukabumi menikah, bercerai dan jomblo 2025
Sebelum direlokasi, Pemprov beri korban banjir Sukabumi Rp10 juta untuk kontrak rumah
Perhutani siapkan draf MoU penanggulangan dan relokasi korban bencana di Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:17 WIB

Batu numpuk dalam rumah, warga korban bencana Sukabumi nangis tak ada perhatian

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:43 WIB

Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:14 WIB

Dua prajurit terbaik dari Sukabumi dikirim ke Aceh untuk penugasan baru

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:31 WIB

Turis asing tewas dalam kecelakaan jetski di Pantai Buffalo Sukabumi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:41 WIB

Rumah dua perempuan di Ciomas Sukabumi ludes terbakar

Berita Terbaru