Sebelum direlokasi, Pemprov beri korban banjir Sukabumi Rp10 juta untuk kontrak rumah

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungsi korban banjir Cidadap, Simpenan, Sukabumi tidur di sekolah - sukabumiheadline.com

Pengungsi korban banjir Cidadap, Simpenan, Sukabumi tidur di sekolah - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Ratusan warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mulai mengalami gangguan kecemasan dan terpapar penyakit setelah empat hari bertahan di lokasi pengungsian.

Abrasi Sungai Cidadap yang meluas sejak Senin, 15 Desember 2025 lalu telah menghancurkan puluhan rumah dan memaksa warga hidup dalam ketidakpastian.

​Sedikitnya 473 warga dari lima kampung di Desa Cidadap mengungsi di gedung SDN Kawungluwuk. Banjir bandang menyebabkan 46 rumah ambruk terbawa arus sungai, sementara 76 rumah lainnya dalam kondisi terancam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pihak Puskesmas Simpenan yang menerjunkan layanan klinik keliling (mobile clinic) mencatat adanya penurunan kondisi kesehatan pada para penyintas. Hingga saat ini, ditemukan 85 pengungsi yang mulai mengidap penyakit.

​Di lokasi pengungsian, warga masih sangat membutuhkan bantuan logistik. Minimnya alas tidur dan menipisnya stok bahan makanan menjadi kendala utama bagi ratusan warga untuk bertahan hidup di pengungsian sementara ini.

Kekinian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan uang sebesar Rp10 juta per KK untuk mengontrak rumah.

“Buat warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, hari ini Pemprov Jabar menyalurkan bantuan untuk korban terdampak banjir, 28 kepala keluarga senilai 10 juta Rupiah per kepala keluarga,” kata Dedi Mulyadi di Instagram pribadinya, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (1/1/2026).

“Uang ini untuk membayar kontrakan, selama masih terdampak banjir,” imbuhnya.

Selanjutnya, seluruh warga akan direlokasi ke rumah di lokasi yang baru.

“Selanjutnya, kami akan merelokasi, sehingga warga tidak mengalami banjir berulang. Untuk itu saya sampaikan, mari kita menjaga alam dan lingkungan. Jangan melakukan perusakan alam, jangan membuang sampah sembarangan,” pinta Dedi.

“Karena bencana mengintip kita setiap saat,” pungkas gubernur yang akrab disapa KDM itu.

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Sukabumi ingin lahan HGB terlantar di Ciambar untuk kepentingan masyarakat
Saling bacok dua kelompok di Sukalarang Sukabumi, 5 orang diamankan
Di Sukabumi Menhan dan Wapang TNI ingatkan skill menembak dan bela diri: Mutlak
Kontrakan RBC Sukabumi digeledah, pengedar narkoba ditangkap di Cisaat
ASN Dishub Kabupaten Sukabumi akui pelecehan seksual ke 3 siswi PKL: Hanya bercanda
Ruang kerja diubah jadi room karaoke, Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi lecehkan 3 siswi PKL
Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk
Lecehkan 3 siswi PKL, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi ini terancam penjara 5-15 tahun

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi ingin lahan HGB terlantar di Ciambar untuk kepentingan masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 16:00 WIB

Saling bacok dua kelompok di Sukalarang Sukabumi, 5 orang diamankan

Selasa, 22 September 2026 - 23:00 WIB

Di Sukabumi Menhan dan Wapang TNI ingatkan skill menembak dan bela diri: Mutlak

Selasa, 22 September 2026 - 18:31 WIB

Kontrakan RBC Sukabumi digeledah, pengedar narkoba ditangkap di Cisaat

Selasa, 22 September 2026 - 01:26 WIB

ASN Dishub Kabupaten Sukabumi akui pelecehan seksual ke 3 siswi PKL: Hanya bercanda

Berita Terbaru

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi - sukabumiheadline.com

Ekonomi

PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara

Kamis, 24 Sep 2026 - 05:21 WIB