sukabumiheadline.com – Banyak komunitas di Sukabumi yang aktif melakukan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, salah satunya, adalah Komunitas Bakar 98 dari Parakansalak, Kabupaten Sukabumi.
Uniknya, meskipun namanya Komunitas Bakar 98, tapi perkumpulan ini didirikan pada tahun 2019 lalu. Hal itu diungkapkan Ujang Saripudin yang menjabat sebagai ketua kepada sukabumiheadlines.com.
Pria berusia 45 asal Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi itu mengatakan, Bakar merupakan akronim dari Bakti Karya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komunitas ini didirikan tepatnya pada 25 Agustus 2019 lalu. Bakar artinya Bakti Karya,” jelas pria asal kampung Lebakpicung itu, kepada sukabumiheadline.com, Ahad (13/2/2022).
Ujang menambahkan, tujuan komunitas ini didirikan untuk menambah persaudaraan dan memperkuat tali silaturahmi dan ingin membantu masyarakat yang kesusahan, serta berbakti dan berkarya.
“Aktivitas Bakar 98 ya berkumpul silaturahim, itu pun hanya di hari libur saja dan tempat berkumpul kami di Pos Komando Bakar 98,” kata Ujang.
Komunitas ini, aku Ujang, rutin melakukan berbagai kegiatan seperti membantu masyarakat yang kesusahan atau sedang terkena musibah.

Karenanya, siapapun yang ingin bergabung dengan komunitas ini, wajib membayar uang pendaftaran sebesar Rp100 ribu. “Bakar 98 terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. Syaratnya membayar pendaftaran sebesar Rp100 ribu, tapi langsung mendapatkan seragam komunitas dan dapat KTA,” jelas dia.
Menariknya, karena berasal dari berbagai daerah, saat ini Bakar 98 telah memiliki 250 anggota. Selain membayar uang pendaftaran, setiap anggotanya juga wajib membayar iuran per bulan sebesar Rp10 ribu.
Adapun, uang iuran, digunakan untuk berbagai kegiatan rutin yang biasa mereka lakukan. Ke depan, Ujang berharap komunitasnya semakin maju dan memberi manfaat kepada masyarakat. “Harapan ke depan, semoga semakin kompak dan maju,“ pungkas Ujang.