sukabumiheadline.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Ramadhan 2026 tetap akan dijalankan dengan penyesuaian mekanisme distribusi agar tidak mengganggu ibadah puasa.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan MBG tetap dibagikan selama Ramadhan. Nantinya pembagian MBG akan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.
“Di daerah yang mayoritas berpuasa, makanan siap santap diberikan di jam sekolah untuk dibawa pulang dan di konsumsi saat buka,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana, Kamis (22/1/2026) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah poin-poin utama skemanya

1. Mekanisme distribusi
Di wilayah yang mayoritas penduduknya berpuasa, makanan tetap dibagikan pada jam sekolah, namun siswa membawanya pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
2. Ketahanan menu MBG
Menu yang disediakan dirancang khusus sebagai makanan siap saji yang memiliki daya tahan hingga 12 jam, sehingga tetap aman dan layak konsumsi saat waktu berbuka tiba.
3. Penyesuaian menu MBG

Komposisi menu dengan tambahan item khas Ramadhan di daerah tertentu, seperti kurma, ubi rebus, dan buah-buahan segar. Dadan mengatakan makanan yang dibagikan tetap mengandung gizi lengkap.
“Bentuk makanan, contohnya telur rebus, kurma, buah, abon, ubi rebus, kue tradisional,” tutur Dadan.
4. MBG di daerah non-muslim
Untuk daerah yang mayoritas penduduknya tidak berpuasa, skema penyaluran tetap berjalan normal seperti hari biasa tanpa ada perubahan waktu atau tempat makan.
Sedangkan di wilayah yang mayoritas tak berpuasa, skema MBG tetap berjalan normal seperti hari biasa. Dadan mengatakan siswa yang tak berpuasa di wilayah mayoritas Muslim dapat memilih untuk mengonsumsi MBG di sekolah atau dibawa pulang.
“Untuk daerah yang mayoritas tidak berpuasa pelayanan normal,” jelas dia.
5. Penerima manfaat MBG

Program ini tetap mencakup seluruh sasaran, termasuk pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dadan Hindayana, menegaskan bahwa perubahan pola distribusi ini bertujuan memastikan hak atas gizi seimbang bagi anak-anak dan ibu tetap terpenuhi meskipun terdapat perubahan pola makan selama bulan suci.









