Bosan Lihat Suasana Sekitar, Pria Cicurug Sukabumi Mengubahnya dengan Lukisan 3D

- Redaksi

Minggu, 30 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu lukisan 3D karya Sahroni. l Istimewa

Salah satu lukisan 3D karya Sahroni. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I CICURUG – Melukis, adalah salah satu cara seseorang untuk mengekspresikan diri melalui sebuah karya, sekaligus menghilangkan penat. Karya seni yang dihasilkan dari hobi ini tidak hanya dapat dilihat, tapi juga dirasakan oleh setiap penikmatnya.

Dari hobi melukis tersebut, beberapa seniman diketahui melakukan berbagai inovasi seperti melukis dengan teknik 3D atau tiga dimensi dimana sebuah karya lukis menjadi terlihat riil atau nyata. Karenanya, beberapa seniman terdorong membuat karya lukis 3D di berbagai media yang tidak lazim digunakan dalam melukis, seperti tembok, hingga ke jalanan, pilar jembatan, dan lainnya.

Salah seorang seniman lukis 3D asal Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sahroni mengaku sudah tiga tahun menggeluti hobinya melukis 3D hingga kemudian berpikir untuk melukis di jalanan.

Pria yang kini berusia 48 tahun ini mengaku, hobi melukis sejak kecil. Namun, untuk membuat lukisan 3D, ia mengaku baru menggelutinya sejak tiga tahun lalu. Sejak itulah ia memutuskan untuk terjun ke jalanan membuat karya seni lukis tiga dimensi.

Sahroni
Lukisan 3D hasil karya Sahroni. I Dok Pribadi

“Kalau untuk serius di lukisan tiga dimensi itu hampir tiga tahun. Selama tiga tahun itu saya terus belajar agar skill saya makin meningkat dan tidak membosankan untuk dilihat banyak orang,” aku pria yang akrab disapa Ablow itu kepada sukabumiheadlines.com, Sabtu (29/1/2022).

Sahroni menambahkan, inspirasi membuat objek 3D yang ia lukis di berbagai bidang tersebut, muncul setelah ia merasa lingkungan di sekitarnya terasa membosankan.

“Sering lihat objek di sekitar kita yang begitu-begitu saja, seperti membosankan. Jadi saya pikir kalau dibikin bagus objek-objek tersebut akan terlihat menarik untuk dilihat. Gak flat gitu,” tambahnya.

Baca Juga :  PPDB SMAN 1 Parungkuda Sukabumi disoal, kades-kades bersuara

“Tentunya ada kepuasan buat saya sendiri karena bisa membuat satu karya seni seperti nyata, walaupun tidak dalam bentuk materi, tapi ya itulah kepuasannya, menurut saya. Saya merasa mampu meningkatkan kemampuan daya ingat, karena yang saya tahu melukis itu mampu membantu meningkatkan kemampuan mengingat atau memanggil kembali ingatan,” tambah dia.

Meski demikian, ia mengaku hobinya itu tidak sering ia lakukan. Menurutnya, aktivitas melukis itu adalah membuat sebuah karya seni ekspresi, karenanya harus dilakukan manakala suasana hati sedang bagus.

“Karena ini hobi, bukan profesi. Jadi saya mengerjakannya di saat mood lagi bagus, ada medianya, saat ada bahan (cat) juga, atau terkadang kalau ada orang yang menyuruh untuk membuat lukisan 3D di dinding rumahnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Natural pool Sukabumi tawarkan kejernihan air bak kristal viral di TikTok 2026
5+1 model rambut wanita panjang ber-layer 2026
Daftar lengkap makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita
5+2 tren celana jeans wanita 2026, dari baggy hingga skinny
5+1 tren dunia Islam 2026, dari Kalender Hijriyah Global, mode, hingga Gen Z lebih religius
Daftar desa wisata di Sukabumi yang menarik dikunjungi
Tren 2026 di Indonesia, dari integrasi AI, konsep konten, ekonomi hingga sport tourism
Profil dan kesan Angling Sagaran syuting di Sukabumi, ingin Sunda Emperor ditonton se-Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:17 WIB

Natural pool Sukabumi tawarkan kejernihan air bak kristal viral di TikTok 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:00 WIB

5+1 model rambut wanita panjang ber-layer 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:00 WIB

Daftar lengkap makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:00 WIB

5+2 tren celana jeans wanita 2026, dari baggy hingga skinny

Senin, 2 Februari 2026 - 08:00 WIB

5+1 tren dunia Islam 2026, dari Kalender Hijriyah Global, mode, hingga Gen Z lebih religius

Berita Terbaru

Ilustrasi hutan kota di antara permukiman penduduk - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan

Kamis, 5 Feb 2026 - 14:49 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131