BRIN uji laboratorium zat berbahaya 60 sampel vape atau rokok elektrik, begini hasilnya

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok elektrik atau vape - sukabumiheadline.com

Rokok elektrik atau vape - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Pengujian dan Standar melakukan kajian laboratorium pertama di Indonesia terhadap kandungan zat berbahaya dalam rokok elektrik (vape) berbasis cairan.

Kajian ini menjadi tonggak awal BRIN dalam memperkuat fondasi data ilmiah nasional. Terkait produk tembakau alternatif dan teknologi nikotin di Indonesia.

Hasil kajian bertajuk Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants tersebut dipaparkan dalam kegiatan Konferensi Pers Kajian Rokok Elektrik di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut salah seorang Peneliti BRIN, Bambang Prasetya, penelitian dilakukan terhadap 60 sampel vape.

“(Jumlah) ini mewakili berbagai merek dan kadar nikotin di pasaran, serta 3 jenis rokok konvensional sebagai pembanding,” kata Bambang, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (13/11/2025).

Uji laboratorium tersebut difokuskan pada kandungan sembilan senyawa toksikan utama yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meliputi formaldehida, asetaldehida, akrolein, karbon monoksida, 1,3-butadiena, benzena, benzo[a]pyrene, serta dua nitrosamin spesifik tembakau (NNN dan NNK).

Hasilnya menunjukkan bahwa kadar senyawa toksikan utama pada emisi vape secara signifikan lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Berikut rinciannya:

  • Formaldehida 10 kali lebih rendah,
  • Akrolein 115 kali lebih rendah,
  • Benzena 6.000 kali lebih rendah,
  • Karbon monoksida, 1,3-butadiena, benzena, NNN, dan NNK tidak terdeteksi sama sekali.

Temuan hasil uji laboratorium tersebut memberikan landasan ilmiah baru. Terutama untuk memahami profil toksikologi produk tembakau alternatif di Indonesia.

Meskipun rokok elektrik menghasilkan kadar emisi jauh lebih rendah dibanding rokok konvensional, namun produk ini tetap memerlukan pengawasan mutu, pelabelan akurat, dan standardisasi pengujian sesuai dengan protokol internasional.

“Hasil kajian kami menunjukkan emisi dari rokok elektrik mengandung kadar toksikan jauh lebih rendah jika dibandingkan rokok konvensional,” kata Bambang.

Meskipun ditemukan senyawa seperti formaldehida, asetaldehida, dan benzo[a]pyrene. Namun jumlahnya signifikan di bawah rokok konvensional.

“Fakta ini menunjukkan bahwa rokok elektrik ini lebih rendah risiko. Namun tetap diperlukan pengawasan mutu dan standardisasi pengujian ketat untuk menjamin keamanan pengguna,” kata dia.

BRIN juga berupaya memastikan agar kebijakan publik di bidang pengendalian tembakau dapat disusun secara proporsional. Tentunya berbasis bukti ilmiah (evidence-based policy making).

“Temuan ini menjadi langkah awal dalam membangun fondasi ilmiah kebijakan tembakau di Indonesia. Dengan memahami profil toksikan berbagai produk nikotin secara akurat, pemerintah, dan masyarakat dapat mengambil keputusan lebih bijak,” katanya.

Melalui pendekatan ini, BRIN berkomitmen untuk mendorong kolaborasi riset lintas sektor, memperkuat kapasitas pengujian nasional. Serta meningkatkan literasi sains dan komunikasi risiko di masyarakat.

Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Tetapi dapat menjadi rujukan kredibel bagi perumusan kebijakan yang melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mengakomodasi dinamika inovasi industri di Indonesia.

“BRIN mendorong agar riset semacam ini tidak berhenti di laboratorium, tetapi diintegrasikan ke dalam proses penyusunan regulasi dan kebijakan publik. Dengan kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Berita Terkait

Prakiraan suhu dan cuaca Sukabumi 24 Juli – 31 Juli 2026, potensi hujan akhir bulan
Prakiraan suhu udara dan cuaca Sukabumi 18 – 23 Juli 2026
Prakiraan suhu udara Sukabumi 11-18 Juli: Besok terendah, 15-16 hujan ringan
Prakiraan suhu Sukabumi satu pekan ke depan, 3 hari terakhir terdingin
Waspada gempa bumi, 5 sesar aktif ini berdampak langsung ke wilayah Sukabumi
Musim El Nino Godzilla: Ini kecamatan terpanas dan terdingin di Sukabumi
Berawan hingga cerah, prakiraan cuaca Sukabumi pada 23-31 Mei 2026
Prakiraan cuaca Sukabumi 16-22 Mei 2026 didominasi hujan ringan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:03 WIB

Prakiraan suhu dan cuaca Sukabumi 24 Juli – 31 Juli 2026, potensi hujan akhir bulan

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:58 WIB

Prakiraan suhu udara dan cuaca Sukabumi 18 – 23 Juli 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:12 WIB

Prakiraan suhu udara Sukabumi 11-18 Juli: Besok terendah, 15-16 hujan ringan

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:14 WIB

Prakiraan suhu Sukabumi satu pekan ke depan, 3 hari terakhir terdingin

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:17 WIB

Waspada gempa bumi, 5 sesar aktif ini berdampak langsung ke wilayah Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB

Sukabumi

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:58 WIB

Honda F125 - Honda

Otomotif

Intip spesifikasi Honda F125, harga cuma Rp20 jutaan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:00 WIB