sukabumiheadline.com – El Nino Godzilla adalah istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan fenomena super El Nino atau El Nino dengan intensitas sangat kuat. Di Indonesia, fenomena ini ditandai oleh lonjakan suhu muka air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang bisa naik hingga 2,5°C atau lebih. Fenomena ini diprediksi berlangsung mulai April hingga Oktober tahun ini.
Istilah “Godzilla” mencerminkan kekuatan dan dampak masif dari fenomena iklim ini, yang biasanya memicu cuaca ekstrem. Di Indonesia, dampak yang paling diwaspadai meliputi:
Musim kemarau lebih panjang dan kering
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kabupaten Sukabumi, warga di sejumlah kecamatan mengaku muli merasakan cuaca panas yang tidak biasa dibandingkan beberapa bulan lalu. Teti Sisdiarti, seorang warga Kecamatan Bojonggenteng mengaku tetap merasakan gerah meskipun hanya beberapa menit setelah mandi.
“Wah, iya beda banget bulan ini. Padahal sudah mandi, tapi tetap gerah dan berkeringat lagi,” katanya kepada sukabumiheadline.com, Senin (8/6/2026).
Apa yang dirasakan Teti, dipicu curah hujan yang berkurang drastis menyebabkan musim kemarau menjadi lebih ekstrem daripada biasanya. Akibatnya, terjadi penurunan drastis cadangan air mengganggu irigasi pertanian dan ketersediaan air bersih bagi warga.
Suhu yang lebih panas dan kekeringan yang memicu risiko kebakaran lahan yang tinggi, sehingga memicu minimnya pasokan air dan gagal panen berpotensi menyebabkan penurunan produksi komoditas pangan seperti padi.
Namun, sejumlah kecamatan di Sukabumi juga masih merasakan cuaca relatif stabil. Bahkan beberapa kecamatan di wilayah utara Sukabumi terdeteksi tetap dingin.
Kecamatan terpanas di Sukabumi

Kecamatan terpanas di wilayah Sukabumi pada 8 Juni 2026 didominasi oleh daerah-daerah di wilayah Sukabumi selatan, seperti Kecamatan Palabuhanratu, Simpenan, Cisolok, Surade, dan Ciracap.
Wilayah-wilayah pesisir dan dataran rendah ini mencatat suhu tertinggi harian yang mencapai 30 hingga 32 °C pada pagi hingga siang hari, menjadikannya zona dengan suhu paling hangat di seluruh Kabupaten Sukabumi.
Kondisi ini didorong oleh minimnya pembentukan awan hujan di kawasan selatan sehingga paparan sinar matahari terasa lebih intens dan menyengat.
Kecamatan terdingin di Sukabumi
Kecamatan terdingin di wilayah Sukabumi umumnya berada di kawasan lereng pegunungan dengan elevasi tertinggi, seperti Kecamatan Cidahu (berada di kaki Gunung Salak dengan ketinggian ≈ 1.200 mdpl) dan Kecamatan Sukabumi atau Kecamatan Kadudampit di kaki Gunung Gede Pangrango.
Di kecamatan-kecamatan ini, suhu bisa mencapai titik terendah rata-rata 20°C hingga 21°C, dan terasa lebih dingin lagi saat musim angin kemarau.Wilayah Sukabumi didominasi oleh dataran rendah (sekira 83% wilayahnya), sehingga suhu rata-rata di pusat kota dan pesisir terasa jauh lebih hangat.
Sedangkan berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kisaran suhu rata-rata di wilayah Sukabumi pada 8 Juni 2026 diperkirakan berada di angka minimum 21°C hingga maksimum 28°C.
Untuk memantau kondisi suhu real-time di kecamatan lain secara tepat, Anda dapat menggunakan Prakiraan Cuaca BMKG untuk wilayah Jawa Barat.









