sukabumiheadline.com – Sesar aktif atau patahan aktif adalah retakan pada kerak bumi yang mengalami pergeseran atau telah menunjukkan bukti aktivitas seismik dalam kurun waktu 10.000 tahun terakhir, sehingga berpotensi memicu gempa bumi di masa depan.
Indonesia memiliki ratusan sesar aktif yang tersebar di daratan maupun lautan akibat pertemuan lempeng tektonik dunia. Terdapat setidaknya 295 sesar aktif yang telah terpetakan dan teridentifikasi oleh lembaga geologi.
Wilayah dengan konsentrasi tinggi meliputi Pulau Sumatra (lebih dari 55 sesar), Pulau Jawa (setidaknya 37 sesar), dan Pulau Sulawesi (48 sesar). Beberapa sesar aktif yang terkenal antara lain Sesar Sumatra, Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Palu-Koro, dan temuan jalur sesar aktif di area utara Jawa yang menghampar antra Kendal dan Semarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pergerakan sesar aktif tidak hanya terbatas pada guncangan dan retakan permukaan tanah. Dampak fatal lainnya meliputi deformasi tektonik yang merusak struktur bangunan dan infrastruktur. Kemudian, ancaman sekunder seperti likuifaksi (tanah berubah menjadi lumpur cair), tanah longsor, dan tsunami.
Untuk meminimalkan risiko bencana, pemetaan terus dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Geologi menggunakan satelit dan sistem informasi geografis (GIS). Data ini digunakan sebagai pedoman tata ruang agar pembangunan pemukiman berada di luar zona bahaya utama.
Sesar aktif di Jawa Barat
Dari 37 sesar aktif yang ada di Tatar Pasundan, 7 di antaranya berada di Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, per Juni 2022 tercatat ada banyak struktur sesar yang berkembang di Jawa Barat, dan ketujuh sesar ini diduga masih aktif hingga saat ini.
Dari ketujuh sesar aktif tersebut, lima di antaranya mengancam wilayah Sukabumi, yakni Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Cipamingkis, Sesar Garsela, Sesar Citarik dan Sesar Lembang, dan yang baru ditemui belakangan ini adalah Sesar Cugenang.
Sedangkan dua sesar lainnya, yakni Sesar Lembang dan Sesar Beribis, relatif jauh dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
5 Sesar Aktif yang Potensial Berdampak ke Sukabumi

Sedangkan, 5 sesar aktif yang perlu diwaspadai warga Sukabumi, dan terbukti dalam beberapa kali bencana gempa bumi terjadi, berdampak langsung ke wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
5. Sesar Cipamingkis
Sesar Cipamingkis yang berada di wilayah timur Sukabumi dan wilayah barat Cianjur memiliki arah jalur dari barat daya ke timur laut. Jika dilihat historisnya, Sesar ini pernah memicu puluhan gempa bumi dengan kekuatan relatif sangat kecil pada tahun 2018 silam.
4. Sesar Gersela
Sesar Garut Selatan atau Sesar Gersela merupakan sesar aktif yang memanjang dari Selatan Garut hingga ke Selatan Bandung, sepanjang 42 kilometer. Sesar ini terbagi dalam dua segmen, yaitu segmen Rakutai dan segmen Kencana. Namun, diketahui kedua segmen tersebut sama-sama aktif.
Adapun aktivitas gempa yang terjadi pada zona ini dominan memiliki mekanisme sumber patahan geser atau strike slip. Kedekatan wilayah Garut dengan Sukabumi, menjadikan warga Sukabumi wajib tetap waspada dengan aktivitas Sesar Garsela.
3. Sesar Citarik
Sesar Citarik yang membentang membelah Jawa Barat dari selatan sampai utara, mulai dari Teluk Palabuhanratu, antara Gunung Salak – Pangrango, Bogor, Jonggol, dan berujung di Bekasi.
Baca Juga: 5 Fakta Pusat Gempa di Sukalarang Sukabumi, Kerusakan Parah di Cianjur
2. Sesar Cugenang
Sesar yang baru saja ditemukan oleh BMKG belum lama ini berada di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dan telah ditetapkan sebagai penyebab terjadinya gempa di Cianjur pada 21 November 2022 yang lalu.
Sesar Cugenang membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi sedikitnya 9 desa. Dari 9 desa yang dilintasi Sesar Cugenang, delapan di antaranya termasuk Kecamatan Cugenang. Yaitu, Desa Ciherang, Desa Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, dan Desa Benjot. Satu desa terakhir, Nagrak, lokasinya di dalam wilayah Kecamatan Cianjur.
Baca Juga: Penduduk 9 Desa Diungsikan, Warga Sukabumi Wajib Waspada Penemuan Sesar Cugenang di Cianjur
Selain menimbulkan kerusakan parah di wilayah Cianjur, tak urung wilayah bagian Utara Kabupaten Sukabumi juga terdampak parah. Kerusakan yang ditimbulkan memberi dampak kepada warga di 17 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Salah satu yang terdampak cukup parah, adalah Kecamatan Nagrak. Baca lengkap: 198 Rumah dan 4 Mushala di Nagrak Sukabumi Rusak Terdampak Gempa Cianjur
1. Sesar Cimandiri
Sesar Cimandiri merupakan patahan tertua jika berdasarkan umur kapur, dengan jalur berarah timur laut – barat daya dari Teluk Palabuhanratu, Lembah Cimandiri, Cipatat – Rajamandala, Gunung Tangkuban Parahu – Burangrang, hingga ke Subang.
Adapun untuk jenis sesar ini adalah mendatar hingga oblique atau miring. Berdasarkan historisnya, sesar ini pernah aktif dan memicu gempa bumi di Cianjur pada tahun 1844 dan tahun 1982, Padalarang pada tahun 1910, dan di Sukabumi pada tahun 2020.









