Waspada gempa bumi, 5 sesar aktif ini berdampak langsung ke wilayah Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Sesar aktif atau patahan aktif adalah retakan pada kerak bumi yang mengalami pergeseran atau telah menunjukkan bukti aktivitas seismik dalam kurun waktu 10.000 tahun terakhir, sehingga berpotensi memicu gempa bumi di masa depan.

Indonesia memiliki ratusan sesar aktif yang tersebar di daratan maupun lautan akibat pertemuan lempeng tektonik dunia. Terdapat setidaknya 295 sesar aktif yang telah terpetakan dan teridentifikasi oleh lembaga geologi.

Wilayah dengan konsentrasi tinggi meliputi Pulau Sumatra (lebih dari 55 sesar), Pulau Jawa (setidaknya 37 sesar), dan Pulau Sulawesi (48 sesar). Beberapa sesar aktif yang terkenal antara lain Sesar Sumatra, Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Palu-Koro, dan temuan jalur sesar aktif di area utara Jawa yang menghampar antra Kendal dan Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pergerakan sesar aktif tidak hanya terbatas pada guncangan dan retakan permukaan tanah. Dampak fatal lainnya meliputi deformasi tektonik yang merusak struktur bangunan dan infrastruktur. Kemudian, ancaman sekunder seperti likuifaksi (tanah berubah menjadi lumpur cair), tanah longsor, dan tsunami.

Untuk meminimalkan risiko bencana, pemetaan terus dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Geologi menggunakan satelit dan sistem informasi geografis (GIS). Data ini digunakan sebagai pedoman tata ruang agar pembangunan pemukiman berada di luar zona bahaya utama.

Sesar aktif di Jawa Barat 

Dari 37 sesar aktif yang ada di Tatar Pasundan, 7 di antaranya berada di Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, per Juni 2022 tercatat ada banyak struktur sesar yang berkembang di Jawa Barat, dan ketujuh sesar ini diduga masih aktif hingga saat ini.

Dari ketujuh sesar aktif tersebut, lima di antaranya mengancam wilayah Sukabumi, yakni Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Cipamingkis, Sesar Garsela, Sesar Citarik dan Sesar Lembang, dan yang baru ditemui belakangan ini adalah Sesar Cugenang.

Sedangkan dua sesar lainnya, yakni Sesar Lembang dan Sesar Beribis, relatif jauh dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

5 Sesar Aktif yang Potensial Berdampak ke Sukabumi

Ilustrasi gempa bumi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi gempa bumi – sukabumiheadline.com

Sedangkan, 5 sesar aktif yang perlu diwaspadai warga Sukabumi, dan terbukti dalam beberapa kali bencana gempa bumi terjadi, berdampak langsung ke wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

5. Sesar Cipamingkis

Sesar Cipamingkis yang berada di wilayah timur Sukabumi dan wilayah barat Cianjur memiliki arah jalur dari barat daya ke timur laut. Jika dilihat historisnya, Sesar ini pernah memicu puluhan gempa bumi dengan kekuatan relatif sangat kecil pada tahun 2018 silam.

4. Sesar Gersela

Sesar Garut Selatan atau Sesar Gersela merupakan sesar aktif yang memanjang dari Selatan Garut hingga ke Selatan Bandung, sepanjang 42 kilometer. Sesar ini terbagi dalam dua segmen, yaitu segmen Rakutai dan segmen Kencana. Namun, diketahui kedua segmen tersebut sama-sama aktif.

Adapun aktivitas gempa yang terjadi pada zona ini dominan memiliki mekanisme sumber patahan geser atau strike slip. Kedekatan wilayah Garut dengan Sukabumi, menjadikan warga Sukabumi wajib tetap waspada dengan aktivitas Sesar Garsela.

3. Sesar Citarik

Sesar Citarik yang membentang membelah Jawa Barat dari selatan sampai utara, mulai dari Teluk Palabuhanratu, antara Gunung Salak – Pangrango, Bogor, Jonggol, dan berujung di Bekasi.

Baca Juga: 5 Fakta Pusat Gempa di Sukalarang Sukabumi, Kerusakan Parah di Cianjur

2. Sesar Cugenang

Sesar yang baru saja ditemukan oleh BMKG belum lama ini berada di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dan telah ditetapkan sebagai penyebab terjadinya gempa di Cianjur pada 21 November 2022 yang lalu.

Sesar Cugenang membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi sedikitnya 9 desa. Dari 9 desa yang dilintasi Sesar Cugenang, delapan di antaranya termasuk Kecamatan Cugenang. Yaitu, Desa Ciherang, Desa Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, dan Desa Benjot. Satu desa terakhir, Nagrak, lokasinya di dalam wilayah Kecamatan Cianjur.

Baca Juga: Penduduk 9 Desa Diungsikan, Warga Sukabumi Wajib Waspada Penemuan Sesar Cugenang di Cianjur

Selain menimbulkan kerusakan parah di wilayah Cianjur, tak urung wilayah bagian Utara Kabupaten Sukabumi juga terdampak parah. Kerusakan yang ditimbulkan memberi dampak kepada warga di 17 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Salah satu yang terdampak cukup parah, adalah Kecamatan Nagrak. Baca lengkap: 198 Rumah dan 4 Mushala di Nagrak Sukabumi Rusak Terdampak Gempa Cianjur

1. Sesar Cimandiri

Sesar Cimandiri merupakan patahan tertua jika berdasarkan umur kapur, dengan jalur berarah timur laut – barat daya dari Teluk Palabuhanratu, Lembah Cimandiri, Cipatat – Rajamandala, Gunung Tangkuban Parahu – Burangrang, hingga ke Subang.

Adapun untuk jenis sesar ini adalah mendatar hingga oblique atau miring. Berdasarkan historisnya, sesar ini pernah aktif dan memicu gempa bumi di Cianjur pada tahun 1844 dan tahun 1982, Padalarang pada tahun 1910, dan di Sukabumi pada tahun 2020.

Berita Terkait

Musim El Nino Godzilla: Ini kecamatan terpanas dan terdingin di Sukabumi
Berawan hingga cerah, prakiraan cuaca Sukabumi pada 23-31 Mei 2026
Prakiraan cuaca Sukabumi 16-22 Mei 2026 didominasi hujan ringan
Jangan salah kaprah! Musim panas berbeda dengan kemarau, begini penjelasannya
Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Mei 2026: Hujan bergeser ke siang
Prakiraan cuaca: Selalu sedia payung, 1-7 Mei Sukabumi diguyur hujan petir
Prakiraan cuaca Sukabumi 20-30 April dan rentang waktu turun hujan
Tinjauan sains terbentuknya Geyser Cisolok: Hanya 2 di dunia, satu di Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:17 WIB

Waspada gempa bumi, 5 sesar aktif ini berdampak langsung ke wilayah Sukabumi

Senin, 8 Juni 2026 - 07:44 WIB

Musim El Nino Godzilla: Ini kecamatan terpanas dan terdingin di Sukabumi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:06 WIB

Berawan hingga cerah, prakiraan cuaca Sukabumi pada 23-31 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:48 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 16-22 Mei 2026 didominasi hujan ringan

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:51 WIB

Jangan salah kaprah! Musim panas berbeda dengan kemarau, begini penjelasannya

Berita Terbaru

Ilustrasi media sosial - sukabumiheadline.com

Konten

Facebook, Instagram dan WhatsApp Web kompak error

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:49 WIB