
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu kita dengan santai bisa guyon soal etnik. Bahkan ada pelawak yang sengaja bergaya orang Betawi, Padang, Tegal, Batak, Sunda, Madura, dll sambil menertawakan kekhasan etnik masing-masing,” cuitnya lagi sehari kemudian, Jumat (24/6/2022).
“Kita menikmatinya. Era medsos komen soal Padang atau Papua, misalnya, siap-siap dibilang rasis,” lanjutnya.
Ia menilai candaan Megawati masih di batas wajar, menganalogikannya dengan pertimbangan orang tua agar anaknya membawa pasangan yang bibit bebet bobotnya jelas.
“Faktanya, banyak yang gak mau anaknya nikah dengan profesi tertentu atau nikah dengan etnik tertentu atau di luar etniknya. Ayoo jujur ajaaa hahahaha Kalau ini tentu gak rasis. Kalau Bu Mega yang ngomong baru rasis,” kata dia.
“Makanya sekarang suasananya jadi gak asyik. Polarisasi bangsa ini udah gawat,” tambah Gus Nadir.
“Orang sudah gak bisa guyon, bahas santai soal apapun. Semuanya bisa digoreng dan dipersoalkan. Kita gak lagi menjadi diri sendiri. Kita hanya ngomong agar elektabilitas naik,” pungkasnya.
Cuitan Gus Nadir Dikritik Warganet
Namun, tidak semua warganet setuju dengan pernyataan di akun Twitter Gus Nadir. Pasalnya saat ini publik juga sudah memiliki pandangan berbeda termasuk dalam menyikapi isu rasisme.
“Standar moral tiap zaman berbeda n gak bisa disamain. Zaman sekarang kesadaran orang akan kesetaraan gender n tidak membully fisik kan udah semakin baik,” komentar warganet.
“((Guyon)) Masalahnya yang diguyoni terima apa nggak?” ujar warganet.