Canda Megawati Soal Kulit Orang Papua dan Tukang Bakso Dicap Rasis, Dibela Gus Nadir

- Redaksi

Minggu, 26 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. l Istimewa

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. l Istimewa

 

Guyonan Megawati Soal Papua dan Tukang Bakso Dicap Rasis, Pengelola Akun Twitter Gus Nadir Ngaku Heran
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato dalam Rakernas kedua PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Kamis (23/6/2022). l Tim media PDIP.
Candaan Megawati tersebut disampaikannya di hadapan para kader PDIP, termasuk Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI Puan Maharani, inilah yang menuai pro dan kontra di kalangan warganet.
Dukungan datang dari tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen, atau Gus Nadir, melalui akun Twitter-nya, mengaku heran karena banyak yang salah paham dengan pernyataan Megawati tersebut.”Ini kok banyak yang salah paham sih. Suasana cair dan akrab saat pembukaan Rakernas PDI Perjuangan. Bu Mega cerita soal guyon sama anak-anaknya tentang mencari jodoh. Plus kini sudah terjadi pernikahan antar suku, termasuk di Papua — hal yang baik sesuai Bhinneka Tunggal Ika. Mosok gak paham?” cuit @na_dirs, Kamis (23/6/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu kita dengan santai bisa guyon soal etnik. Bahkan ada pelawak yang sengaja bergaya orang Betawi, Padang, Tegal, Batak, Sunda, Madura, dll sambil menertawakan kekhasan etnik masing-masing,” cuitnya lagi sehari kemudian, Jumat (24/6/2022).

“Kita menikmatinya. Era medsos komen soal Padang atau Papua, misalnya, siap-siap dibilang rasis,” lanjutnya.

Ia menilai candaan Megawati masih di batas wajar, menganalogikannya dengan pertimbangan orang tua agar anaknya membawa pasangan yang bibit bebet bobotnya jelas.

“Faktanya, banyak yang gak mau anaknya nikah dengan profesi tertentu atau nikah dengan etnik tertentu atau di luar etniknya. Ayoo jujur ajaaa hahahaha Kalau ini tentu gak rasis. Kalau Bu Mega yang ngomong baru rasis,” kata dia.

“Makanya sekarang suasananya jadi gak asyik. Polarisasi bangsa ini udah gawat,” tambah Gus Nadir.

“Orang sudah gak bisa guyon, bahas santai soal apapun. Semuanya bisa digoreng dan dipersoalkan. Kita gak lagi menjadi diri sendiri. Kita hanya ngomong agar elektabilitas naik,” pungkasnya.

Cuitan Gus Nadir Dikritik Warganet

Namun, tidak semua warganet setuju dengan pernyataan di akun Twitter Gus Nadir. Pasalnya saat ini publik juga sudah memiliki pandangan berbeda termasuk dalam menyikapi isu rasisme.

“Standar moral tiap zaman berbeda n gak bisa disamain. Zaman sekarang kesadaran orang akan kesetaraan gender n tidak membully fisik kan udah semakin baik,” komentar warganet.

“((Guyon)) Masalahnya yang diguyoni terima apa nggak?” ujar warganet.

 

Berita Terkait

Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunung
Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar
SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%
Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan
Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu
Eksekutor pecah kaca dan gembos ban beromzet Rp4,1 miliar diringkus di Sukabumi
Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Wapres, Gibranisti: Kampungan
Ogah punya wapres tak punya ijazah SMA, Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Gibran

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB

SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Eksekutor pecah kaca dan gembos ban beromzet Rp4,1 miliar diringkus di Sukabumi

Berita Terbaru