Cerita Kanjeng Ratu Kidul di Sukabumi, Jejak Sejarah atau Dongeng yang Menarik?

- Redaksi

Senin, 4 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ratu Pantai Selatan atau Kanjeng Ratu Kidul. l Istimewa

Ilustrasi Ratu Pantai Selatan atau Kanjeng Ratu Kidul. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Pantai selatan Pulau Jawa, dari mulai kawasan Banten, Palabuhanratu hingga Parangtritis selalu menghadirkan daya tarik tersendiri. Dari mulai keindahannya, deburan ombak yang menantang, pasir yang putih bersih, dan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan.

Namun, ada sesuatu yang lebih dari sekadar keindahan alam di balik pemandangan yang menawan ini, yakni dongeng dan mitos mitos yang melekat diperbincangkan warga dan para wisatawan.

Dari mitos yang diceritakan turun-temurun hingga bukti-bukti arkeologis yang tersembunyi, ada pesan moral di balik legenda Ratu Pantai Selatan atau Kanjeng Ratu Kidul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kombinasi dongeng dan fakta sejarah, kita akan menggali ke dalam cerita-cerita yang telah diteruskan dari generasi ke generasi, sebuah kisah yang merangkai benang-benang cerita dan fakta sejarah.

Kisah tentang seorang Ratu Pantai Selatan yang memikat, penuh dengan keajaiban dan intrik sejarah, menggabungkan dongeng yang menawan dengan fakta-fakta sejarah yang menarik.

Untuk diketahui, dari catatan kisahnya, sosok Kanjeng Ratu Kidul dengan Nyi Roro Kidul adalah dua sosok yang berbeda. Tak jarang warga Sukabumi, Jawa Barat sendiri tidak mengenal dua sosok ini. Untuk tulisan lengkapnya, baca: Dikira Warga Sukabumi Sama, Ternyata Nyi Roro Kidul dan Kanjeng Ratu Kidul Beda

Awal Mula Legenda Ratu Pantai Selatan

Legenda Ratu Pantai Selatan berasal dari cerita rakyat suku pesisir yang tinggal di wilayah tersebut sejak zaman kuno. Konon, Ratu Pantai Selatan adalah putri dari Dewa Laut yang menjelma menjadi manusia.

Baca Juga :  Dikira Warga Sukabumi Sama, Ternyata Nyi Roro Kidul dan Kanjeng Ratu Kidul Beda

Kanjeng Ratu Kidul disebut memiliki kecantikan yang luar biasa dan kemampuan gaib untuk mengendalikan ombak dan cuaca laut. Bahkan, Ratu Pantai Selatan dianggap sebagai pelindung para nelayan dan penduduk desa di sekitar pantai.

Setiap kali bencana alam mengancam, mereka akan memohon perlindungannya dengan memberikan persembahan berupa bunga-bunga indah dan buah-buahan segar.

Pesona Ratu Pantai Selatan

Konon, keanggunan Ratu Pantai Selatan menyebar ke seluruh pelosok negeri, dan kabar tentang kecantikannya sampai ke istana kerajaan.

Hingga akhirnya raja dari negeri tetangga yang tamak pun mendengar tentang kecantikannya, dan keinginan untuk memiliki Ratu Pantai Selatan sebagai permaisurinya membuatnya gelap mata.

Namun, dalam satu versi legenda, sang raja mengutus pasukan besar untuk menculik Ratu Pantai Selatan, tapi usahanya itu gagal karena Kanjeng Ratu Kidul menggunakan kekuatannya untuk mengamankan diri dan mempengaruhi ombak agar melindungi dirinya.

Cinta Terlarang

Dalam pencariannya, Pangeran Mahesa, pergi menyamar ke desa nelayan. Di sana ia pun menyaksikan langsung kebaikan hati dan kepedulian Ratu Pantai Selatan terhadap rakyatnya.

Bersamaan dengan itu, Ratu Pantai Selatan juga menyadari bahwa Pangeran Mahesa bukanlah penguasa sombong dan tamak seperti ayahnya.

Mereka pun saling jatuh cinta tanpa menyadari perbedaan status. Namun, cinta mereka diuji oleh konflik antar-kerajaan dan ambisi yang mengancam damai di Pantai Selatan.

Ketika Ratu Pantai Selatan menolak untuk menikahi raja, kemarahan sang raja pun memuncak, sehingga menyatakan perang terhadap Pantai Selatan dengan tujuan menaklukkan wilayah tersebut dan membawa pulang Kanjeng Ratu Kidul untuk dijadikan budak.

Baca Juga :  Legenda Ratu Pantai Selatan Sukabumi, Dongeng atau Fakta Sejarah?

Namun, Ratu Pantai Selatan tidak mau menyerah begitu saja. Dia pun memimpin pasukannya melawan invasi tersebut. Perang sengit pun terjadi di Pantai Selatan, dan selama pertempuran itu, rahasia Ratu Pantai Selatan mulai terungkap.

Di balik dongeng yang menarik ini, terdapat beberapa fakta sejarah menarik tentang wilayah Pantai Selatan. Sejak zaman prasejarah, tempat ini menjadi pusat perdagangan dan pertukaran budaya di antara berbagai suku dan bangsa.

Arkeolog telah menemukan bukti tentang aktivitas maritim yang sibuk dan perdagangan laut di wilayah tersebut.

Temuan kuno berupa reruntuhan kapal karam, keramik, dan artefak lainnya mengungkapkan warisan budaya yang kaya dan mengesankan.

Legenda Ratu Pantai Selatan menjadi inti dari kebudayaan dan identitas masyarakat di wilayah Pantai Selatan. Kisah ini diabadikan dalam bentuk seni tradisional seperti tari, drama, dan lagu-lagu rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Festival tahunan juga diadakan untuk memperingati perjuangan sang Ratu dan untuk merayakan keindahan dan kekayaan budaya Pantai Selatan.

Kisah Kanjeng Ratu Kidul mencakup keajaiban alam, cinta terlarang, perjuangan melawan kejahatan, dan fakta sejarah yang menarik. Dongeng ini telah membentuk identitas budaya wilayah Pantai Selatan, menceritakan kisah Ratu yang kuat, bijaksana, dan penuh kasih.

Di balik kemolekan pantai dan panorama yang menakjubkan, tersembunyi cerita yang menarik perhatian dan menyentuh hati, tentang nilai-nilai kebaikan hati, cinta tanpa pamrih, dan keberanian untuk melawan ketidakadilan. Kisah Ratu Pantai Selatan akan terus hidup dan diwariskan.

Namun, seperti kebanyakan wilayah di masa lalu, Pantai Selatan juga pernah mengalami periode kegelapan, ketika perdagangan budak dan penjarahan menjadi masalah besar.

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB