sukabumiheadline.com – Sejak pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020, pola belanja masyarakat Indonesia mulai berubah. Aktivitas belanja yang sebelumnya banyak dilakukan secara langsung di supermarket perlahan bergeser ke platform online. Perubahan ini membuat kunjungan ke gerai fisik menurun drastis.
Dampaknya, sejumlah supermarket besar terpaksa menutup operasional karena minimnya pengunjung. Giant dan Carrefour menjadi contoh ritel yang tidak mampu bertahan. Sementara itu, Hero memilih menutup sebagian gerainya sebagai langkah efisiensi agar bisnis tetap berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, pemilik supermarket dituntut untuk jeli membaca arah pasar dan cepat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Hanya pemain dengan strategi yang tepat dan dukungan modal kuat yang mampu bertahan di tengah gempuran belanja online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik supermarket yang masih beroperasi hingga saat ini, terdapat sosok pemilik dengan kendali besar atas arah dan skala bisnis ritel modern.
Siapa saja mereka?
Daftar konglomerat pemilik supermarket di Indonesia
1. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung merupakan tokoh sentral di balik CT Corp, grup usaha besar yang membawahi Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.
Melalui Trans Corp, ia mengembangkan Transmart sebagai ritel modern yang memadukan kebutuhan belanja harian dengan hiburan dan gaya hidup, sehingga supermarket tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga destinasi keluarga.
Di luar bisnis ritel, Chairul Tanjung dikenal memiliki portofolio usaha yang sangat terdiversifikasi. Ia menguasai Wendy’s Indonesia serta berbagai merek fesyen global, seperti Versace, Mango, dan Jimmy Choo.
Berdasarkan Forbes Real Time Net Worth per 14 Januari 2026, kekayaan Chairul Tanjung mencapai US$4,4 miliar atau setara Rp74,17 triliun (kurs Rp16.857,78), menempatkannya di peringkat ke-14 orang terkaya di Indonesia.
2. Anthoni Salim

Nama Anthoni Salim identik dengan Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. Namun pengaruhnya tidak berhenti di sektor manufaktur.
Sebagai pemimpin Salim Group, Anthoni Salim juga memiliki kepentingan besar di sektor ritel melalui kepemilikan Indomaret, jaringan minimarket yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Selain ritel dan makanan, Salim Group memiliki investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga energi.
Keluarga Salim juga memiliki saham di perusahaan investasi First Pacific yang tercatat di Hong Kong.
Hingga Januari 2026, gerai Indomaret telah mencapai lebih dari 23.000 unit di seluruh Indonesia dengan lebih dari 190.000 karyawan. Menurut Forbes per 10 Desember 2025, kekayaan Anthoni Salim tercatat US$13,6 miliar atau sekitar Rp229,27 triliun.
3. Djoko Susanto

Djoko Susanto merupakan pendiri Alfamart, jaringan minimarket yang menjadi pesaing utama Indomaret. Bisnis ini tumbuh pesat berkat pendekatan berbasis komunitas dan kemitraan, sehingga Alfamart mampu hadir sangat dekat dengan konsumen, termasuk di kawasan permukiman.
Sebelum membangun Alfamart, Djoko Susanto sempat bermitra dengan pengusaha rokok Putera Sampoerna untuk membuka jaringan ritel serupa.
Setelah Sampoerna menjual bisnis rokoknya ke Philip Morris pada 2005, Djoko Susanto mengambil alih bisnis ritel tersebut dan mengembangkannya menjadi Alfamart.
Per data 2024, Alfamart mengoperasikan lebih dari 23.277 gerai di Indonesia dan lebih dari 1.200 toko di Filipina. Berdasarkan Forbes Real Time Net Worth per 14 Januari 2026, kekayaan Djoko Susanto mencapai US$2,9 miliar atau setara Rp48,89 triliun.
4. James Riady

James Riady merupakan pemilik Hypermart, jaringan supermarket yang tercatat sebagai yang terbesar kedua di Indonesia dengan 111 gerai yang tersebar di berbagai wilayah. Hypermart menjadi bagian penting dari ekosistem ritel Lippo Group.
Sebagai anak dari Mochtar Riady, pendiri Lippo Group, James Riady juga aktif mengembangkan berbagai lini bisnis lain, seperti Foodmart, Timezone, dan Matahari. Strategi bisnisnya menekankan sinergi antara ritel, properti, dan hiburan.
Meski tidak tersedia data resmi mengenai kekayaan James Riady, Forbes mencatat kekayaan ayahnya, Mochtar Riady, sebesar US$3,3 miliar atau setara Rp55,63 triliun.
Berita Terkait: Ipung Kurnia akan ubah nama HERO yang didirikan ayahnya, miliarder asal Sukabumi
5. Muhammad Saleh Kurnia

Muhammad Saleh Kurnia dikenal sebagai pionir ritel modern di Indonesia melalui pendirian PT Hero Supermarket Tbk. pada 1971. Hero tercatat sebagai ritel modern pertama di Indonesia, yang menjadi titik awal perubahan pola belanja masyarakat dari pasar tradisional ke supermarket modern.
Berawal dari hanya 9 gerai Hero Supermarket di wilayah DKI Jakarta, Hero Group terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Baca selengkapnya: MS Kurnia, miliarder asal Sukabumi dikenal gigih dan baik hati sukses dirikan Hero Supermarket
Saat ini, Hero Group mengelola beberapa unit bisnis utama, yaitu Hero Supermarket, Guardian, dan IKEA, yang masing-masing menyasar segmen konsumen berbeda. Baca selengkapnya: Sejarah, omzet dan aset Hero Supermarket, didirikan pengusaha Muslim asal Sukabumi
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Muhammad Saleh Kurnia atau populer di dipanggil MS. Kurnia, yang lahir di Sukabumi, pada 11 Desember 1934. Baca selengkapnya: Kisah Inspiratif MS Kurnia, Pengusaha asal Sukabumi Pendiri Hero Supermarket
6. Shin Kyuk-ho

Shin Kyuk-ho merupakan pengusaha Jepang keturunan Korea sekaligus pendiri Lotte Co., Ltd. Salah satu lini bisnis terbesarnya adalah Lotte Mart, jaringan supermarket internasional yang berdiri sejak 1998 dan berkembang pesat di kawasan Asia.
Dalam perjalanan hidupnya, Shin Kyuk-ho sempat menghadapi kontroversi. Pada 2017, di usia 95 tahun, ia divonis atas kasus penggelapan dana perusahaan, meskipun tidak menjalani hukuman penjara karena alasan kesehatan.
Menjelang akhir hayatnya, Lotte Group juga diwarnai konflik internal antara kedua putranya.
Shin Kyuk-ho meninggal dunia pada 19 Januari 2020 di usia 98 tahun. Berdasarkan data tahun 2023, Lotte Mart telah hadir di berbagai negara Asia dan di Indonesia berada di bawah PT Lotte Shopping Indonesia dengan 45 gerai supermarket.









