Pemerintah wanti-wanti kemungkinan harga BBM naik

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mobil sedang diisi BBM di SPBU - sukabumiheadline.com

Ilustrasi mobil sedang diisi BBM di SPBU - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri berpotensi naik apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut.

Menurut Airlangga, potensi kenaikan harga BBM ini dipicu harga minyak dunia melonjak 10% usai Iran menutup Selat Hormuz. Sehingga, akan berdampak langsung pada rantai pasok minyak dunia. Harga minyak mentah sudah menyentuh level US$ 80 per barel.

Melihat kondisi itu, ia tidak menampik mengenai potensi harga BBM yang naik. Ia menyebut situasi ini mirip kondisi saat perang Rusia dengan Ukraina pecah beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Otomatis akan naik, sama seperti saat perang Ukraina kan naik,” ujar Airlangga, dikutip Selasa (3/3/2026).

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak Sabtu kemarin melakukan serangan ke Iran. Hal itu bagaikan memercik perang baru di kawasan setelah Iran ikut membalas serangan-serangan tersebut.

Iran pun menutup Selat Hormuz di tengah panasnya kondisi Timur Tengah. Hal itu membuat pasokan energi minyak dan gas ke seluruh dunia terhambat.

Di tengah perang yang semakin memanas, Airlangga menyebut AS dan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) juga meningkatkan kapasitas produksinya.

Diberitakan Reuters, Ahad (1/3/2026), sumber mengatakan OPEC+ akan membahas peningkatan produksi 411.000 barel per hari atau lebih. Jumlah itu lebih besar dari perkiraan awal sebesar 137.000 barel per hari.

“Tetapi kan kali ini supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya,” kata eks Ketua Umum Partai Golkar itu.

Airlangga menegaskan pemerintah tetap akan memantau durasi konflik tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya. “Nanti kita monitor dulu,” kata dia.

Berita Terkait

Sudah groundbreaking, tapi KRL Sukabumi bukan prioritas, ini kendalanya
BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu
Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran
Bank bjb Official Banking Partner Persib Bandung
BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi
Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi
Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai
Ratusan ton daun cincau diekspor ke China dan ASEAN, peluang untuk petani Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Sudah groundbreaking, tapi KRL Sukabumi bukan prioritas, ini kendalanya

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:23 WIB

BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Bank bjb Official Banking Partner Persib Bandung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:57 WIB

BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi

Berita Terbaru

Ilustrasi suasana mahasiswa sedang diskusi di lingkungan kampus - sukabumiheadline.com

Pendidikan

10 jurusan kuliah yang lulusannya jadi pengangguran terselubung

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:20 WIB

Ilustrasi ban mobil matic - sukabumiheadline.com

Otomotif

5 ban mobil matic terbaik 2026, cek harga dan keunggulannya

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:32 WIB